Jumali Kamis, 09 Juli 2026 22:17 WIB

Vicky Prasetyo /Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Presenter sekaligus komedian Vicky Prasetyo membantah tudingan penelantaran yang dilontarkan Fangfang, perempuan yang mengaku sebagai istri siri sekaligus sedang mengandung anaknya dengan usia kehamilan sembilan bulan.
Melalui unggahan Instagram Story pada Kamis (9/7/2026), Vicky menegaskan dirinya tetap berkomunikasi dan memberikan nafkah kepada Fangfang. Ia mengaku heran dengan munculnya pengakuan yang menyebut dirinya tidak bertanggung jawab.
"Sebenarnya males klarifikasi apapun berita-berita sejauh ini. Tapi yang aneh komunikasi baik-baik saja dan besar atau kecil selalu kirim nafkah dan video call baik-baik. Tiba-tiba nangis-nangis diterlantarkan," tulis Vicky.
Sebagai bentuk klarifikasi, Vicky turut mengunggah tangkapan layar percakapan yang diklaim sebagai komunikasi terakhir dengan Fangfang. Dalam unggahan tersebut terlihat permintaan bantuan pembayaran cicilan yang disebut telah direspons dengan pengiriman uang.
Vicky juga memperlihatkan bukti transfer yang menurutnya menunjukkan bahwa dirinya masih memberikan nafkah kepada Fangfang.
"Komunikasi mana yang tidak bisa dihubungi, ini terakhir komunikasi kita. Tiba-tiba nangis di terlantarkan. Jujur, sayang banget hanya demi popularitas jadi seperti ini," tulisnya.
Selain membantah tuduhan penelantaran, Vicky turut menyinggung kondisi keluarganya yang disebut telah diketahui Fangfang sejak awal hubungan mereka terjalin.
Menurut Vicky, ia tidak pernah menyembunyikan fakta bahwa dirinya memiliki anak-anak dan masih menjalin hubungan baik dengan ibu dari anak-anak tersebut.
"Dari awal kamu udah tahu saya punya anak banyak dan masih menjalin hubungan baik dengan ibu-ibunya. Nggak akan kamu bisa menyingkirkan mereka, karena sebelum saya bersama kamu mereka sudah ada terlebih dahulu. Orang ke dua dan ketiga tidak akan pernah jadi pertama, bedanya mereka mengeluarkan air mata untuk ketulusan dan doa bukan sandiwara mencari perhatian popularitas semata," tulisnya.
Pengakuan Fangfang
Sebelumnya, Fangfang mengaku mengalami kesulitan ekonomi selama menjalani hubungan dengan Vicky Prasetyo. Ia menyebut harus meminta terlebih dahulu setiap kali membutuhkan nafkah karena tidak memiliki pekerjaan tetap.
Menurut pengakuannya kepada awak media, nominal yang diterima dari Vicky terkadang hanya sekitar Rp500 ribu dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk selama masa kehamilan.
Fangfang juga mengungkapkan bahwa kedekatannya dengan Vicky bermula dari komunikasi melalui media sosial Instagram. Ia mengklaim Vicky menjadi pihak yang lebih dulu menghubungi hingga hubungan mereka berkembang menjadi asmara.
Menurut pengakuannya, hubungan tersebut berlanjut hingga pernikahan siri yang disebut berlangsung pada 24 Februari 2026. Fangfang mengatakan keluarga pihak perempuan hadir dalam prosesi tersebut bersama asisten Vicky.
Selain mengaku sebagai istri siri, Fangfang menyatakan tidak memperoleh perhatian dan nafkah yang cukup setelah pernikahan berlangsung. Ia juga mengaku tinggal di sebuah indekos bersama anak dari pernikahan sebelumnya.
Persoalan tersebut kemudian mendorong Fangfang datang ke Jakarta untuk mencari perlindungan hukum. Ia berharap permasalahan yang dihadapinya dapat diselesaikan melalui jalur hukum.
Fangfang juga mengaku sengaja muncul ke publik agar masyarakat mengetahui status hubungan yang diklaimnya dengan Vicky Prasetyo. Menurut dia, langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kemungkinan munculnya perempuan lain yang mengalami situasi serupa.
Hingga kini, polemik antara Vicky Prasetyo dan Fangfang masih menjadi perhatian publik. Klaim yang disampaikan kedua belah pihak belum mendapatkan putusan atau penetapan hukum yang dapat memastikan kebenaran masing-masing pernyataan.
Perkembangan kasus ini pun masih dinantikan, terutama terkait langkah hukum yang disebut akan ditempuh Fangfang untuk memperjuangkan hak-haknya dan status hubungan yang diklaim telah terjalin dengan Vicky Prasetyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































