Harianjogja.com, JOGJA— Turnamen Thailand Open 2026 yang berlangsung 12–17 Mei di Bangkok menjadi panggung lanjutan bagi pebulutangkis dunia usai Piala Thomas dan Uber 2026. Indonesia membawa 18 wakil, namun satu nama dipastikan absen, yakni Alwi Farhan.
Absennya Alwi menjadi perhatian karena terjadi tanpa penjelasan rinci, di tengah momentum penting bagi atlet muda untuk mendongkrak peringkat dunia.
Sorotan utama justru datang dari sektor ganda putra. Duet Leo Rolly Carnando / Daniel Marthin resmi dipasangkan kembali setelah sempat berpisah sejak 2023. Comeback ini dinanti karena keduanya pernah menjadi andalan Indonesia di level internasional.
Namun, kondisi Daniel Marthin masih menjadi tanda tanya. Ia baru pulih dari cedera panjang, sehingga Thailand Open 2026 menjadi ujian kebugaran pertamanya. Kemampuan adaptasi dan daya tahan fisik akan sangat menentukan performa mereka di turnamen ini.
Di sektor yang sama, Bagas Maulana kini memegang peran berbeda sebagai mentor bagi Muhammad Putra Erwiansyah. Kombinasi ini menghadirkan dinamika baru dalam regenerasi ganda putra Indonesia.
Pada tunggal putra, Indonesia menurunkan empat wakil. Anthony Sinisuka Ginting bersama Mohammad Zaki Ubaidillah dan Prahdiska Bagas Shujiwo langsung tampil di babak utama. Sementara Muhammad Yusuf harus memulai perjuangan dari fase kualifikasi.
Sektor tunggal putri menghadapi tantangan berat karena kedua wakil, Thalita Ramadhani Wiryawan dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, harus melewati babak kualifikasi untuk bisa menembus undian utama.
Di ganda putri, kombinasi baru juga menarik perhatian. Lanny Tria Mayasari dipasangkan dengan Apriyani Rahayu, peraih emas Olimpiade Tokyo 2020. Sementara duet Isyana Syahira Meida / Rinjani Kwinnara Nastine juga siap bersaing.
Sektor ganda campuran menjadi yang paling ramai dengan enam pasangan. Nama-nama seperti Jafar Hidayatullah / Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu hingga Dejan Ferdinansyah / Bernadine Anindiya Wardana siap membawa warna tersendiri dalam persaingan.
Turnamen ini bukan sekadar lanjutan kalender, tetapi momentum penting bagi para atlet Indonesia untuk membangun konsistensi dan memperbaiki posisi di ranking dunia.
Bagi pecinta bulu tangkis, Thailand Open 2026 menghadirkan banyak cerita: comeback pasangan lama, ujian pemain pascacedera, hingga perjuangan dari babak kualifikasi. Hasil di Bangkok akan menjadi indikator awal kekuatan Indonesia setelah gelaran Thomas dan Uber.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































