PGE Tegaskan Gempa Ulubelu Murni Tektonik, Bukan Geothermal

3 hours ago 1

PGE Tegaskan Gempa Ulubelu Murni Tektonik, Bukan Geothermal Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. / istock

Harianjogja.com, JAKARTA—Gempa magnitudo 2,4 yang terjadi di Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, pada 2 Mei 2026 dipastikan merupakan aktivitas tektonik alami dan tidak berkaitan dengan operasional panas bumi. Penegasan ini disampaikan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Ulubelu guna merespons kekhawatiran masyarakat.

General Manager PGE Area Ulubelu, Edy Sudarmadi, menyatakan seluruh kegiatan operasional panas bumi dijalankan sesuai standar teknis dan keselamatan yang ketat.

“Kami pastikan gempa yang terjadi di Ulubelu tidak terkait dengan operasional panas bumi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) Area Ulubelu,” kata Edy dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Rabu.

Ia menjelaskan, proses operasional mulai dari pengeboran hingga produksi energi panas bumi didukung kajian geologi, geofisika, dan geokimia, serta dilengkapi sistem pemantauan berkelanjutan, termasuk monitoring mikro-seismik untuk menjaga aktivitas tetap dalam batas aman.

Edy juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Hingga saat ini, tidak terdapat indikasi aktivitas geothermal menjadi penyebab gempa yang dirasakan warga.

“Gempa yang terjadi merupakan fenomena alam yang dipengaruhi kondisi geologi Indonesia yang berada di jalur cincin api dunia dan dekat dengan zona patahan aktif. Operasional kami dijalankan sesuai standar keselamatan dan terus dipantau secara ketat,” katanya.

PGE Area Ulubelu memastikan seluruh kegiatan operasional tetap berjalan aman dan andal, dengan mengedepankan keselamatan masyarakat, pekerja, serta perlindungan lingkungan. Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan serta melakukan pemantauan secara real time untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, pusat gempa berada di wilayah Ulubelu dengan karakteristik gempa dangkal yang umum terjadi di kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi. Sepanjang Januari hingga April 2026, tercatat 62 kejadian gempa di wilayah Sumatera bagian selatan dan Selat Sunda dengan magnitudo berkisar antara M1,3 hingga M4,7.

Kondisi tersebut menunjukkan kawasan tersebut berada dalam dinamika geologi aktif yang berlangsung secara alami. Secara geografis, Indonesia terletak di jalur Ring of Fire atau cincin api dunia yang dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas kegempaan tertinggi.

Khusus di wilayah Sumatera bagian selatan, aktivitas gempa dipengaruhi interaksi tiga sistem tektonik utama, yakni Zona Subduksi Sunda, Sesar Sumatera (Segmen Semangko), serta struktur geologi di sekitar Selat Sunda.

“Karakteristik gempa yang didominasi magnitudo kecil hingga menengah merupakan bagian dari proses alami pelepasan energi akibat pergerakan kerak bumi. Secara ilmiah, energi yang dihasilkan dari aktivitas geothermal jauh lebih kecil dibandingkan energi gempa tektonik, sehingga tidak menjadi penyebab gempa yang dirasakan masyarakat,” kata Edy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |