
Staf Ahli Meteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim Prof Haruni Krisnawati diwawancarai sejumlah wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.ANTARA/Yudhi Efendi.
Harianjogja.com, WAMENA—Pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI mendorong Papua Pegunungan menjadi benteng pelindung hutan tropis Indonesia sekaligus dunia dalam upaya menekan emisi gas karbon.
Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim, Prof. Haruni Krisnawati, menyampaikan kondisi hutan di Papua Pegunungan saat ini masih tergolong sangat baik. Hal tersebut merujuk pada paparan Penjabat Sekretaris Daerah Papua Pegunungan, Wasuok D. Siep.
“Lebih dari 80 persen hutan di Papua Pegunungan masih terjaga dengan baik. Kami berharap wilayah ini menjadi benteng utama dalam menjaga hutan tropis Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu.
Ia menegaskan, keterlibatan aktif pemerintah provinsi serta delapan kabupaten di Papua Pegunungan menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.
Menurutnya, percepatan pembangunan di wilayah tersebut tetap harus mengedepankan tiga aspek utama, yakni ekologi, ekonomi, dan sosial agar keberlanjutan hutan tetap terjaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap pembangunan tetap berjalan, namun keseimbangan lingkungan harus tetap menjadi prioritas sehingga masyarakat dapat hidup sejahtera tanpa merusak hutan,” katanya.
Haruni juga menjelaskan bahwa Papua Pegunungan berpotensi menjadi daerah percontohan dalam pengelolaan hutan lestari setelah terbentuknya rencana kerja subnasional Indonesia's FOLU Net Sink 2030.
Dengan adanya program tersebut, Papua Pegunungan diperkirakan akan mendapatkan dukungan luas, baik dari pemerintah pusat maupun komunitas internasional, dalam pengelolaan hutan berkelanjutan.
Program Indonesia's FOLU Net Sink 2030 sendiri merupakan strategi nasional untuk menjadikan sektor kehutanan dan penggunaan lahan sebagai penyerap karbon bersih pada tahun 2030. Artinya, jumlah karbon yang diserap lebih besar dibandingkan emisi yang dihasilkan.
Dalam konteks ini, sektor kehutanan memegang peranan penting karena berkontribusi hampir 60 persen terhadap target penurunan emisi gas rumah kaca nasional. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan, mulai dari pemerintah, swasta, akademisi, hingga masyarakat.
Berdasarkan data, Papua Pegunungan memiliki kawasan hutan seluas sekitar 5,12 juta hektare yang tersebar di delapan kabupaten. Sebagian besar kawasan tersebut masih dalam kondisi baik dan menjadi salah satu bentang hutan tropis terpenting di Indonesia.
Sementara itu, total luas wilayah Papua Pegunungan mencapai sekitar 52.203 kilometer persegi atau setara 5,22 juta hektare. Dari jumlah tersebut, kawasan hutan mendominasi hingga sekitar 98 persen wilayah, meskipun angka ini merupakan klasifikasi fungsi kawasan kehutanan, bukan seluruhnya tutupan hutan alami.
Dengan potensi tersebut, Papua Pegunungan diharapkan dapat memainkan peran strategis dalam upaya global menghadapi perubahan iklim sekaligus menjadi contoh pembangunan berkelanjutan berbasis hutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































