79 Pelajar Adu Fisik dan Disiplin di Seleksi Paskibraka DIY 2026

2 hours ago 1

79 Pelajar Adu Fisik dan Disiplin di Seleksi Paskibraka DIY 2026 Pelajar mengikuti serangkaian tes kesamaptaan dalam seleksi calon Paskibraka DIY di Stadion Mandala Krida, Jogja, pada Rabu (6/5/2026) pagi. - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat

JOGJA - Sebanyak 79 pelajar dari seluruh kabupaten/kota di DIY menjalani rangkaian tes kesamaptaan dan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dalam seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026 di Stadion Mandala Krida, Rabu (6/5/2026) pagi.

Seleksi ini tidak hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga menjadi tahapan penting untuk menyaring calon anggota yang memiliki disiplin, ketahanan, dan kesiapan mental sebagai Paskibraka.

“Jumlah peserta untuk tes kesamaptaan jasmani dalam rangka seleksi awal seleksi Paskibraka tingkat DIY berjumlah ada 79 orang. Terdiri dari 40 putra dan 39 putri dari masing-masing kabupaten dan kota,” ujar juri seleksi, Letnan Satu Wargo Suyanto.

Dalam tes kesamaptaan, peserta menjalani sejumlah materi penilaian, mulai dari lari 12 menit, push up, sit up, back up hingga shuttle run. Nilai dari seluruh komponen tersebut kemudian digabung dengan untuk menentukan peserta dengan hasil terbaik.

“Fokusnya adalah penilaian untuk menilai kesegaran jasmani, di antaranya lari 12 menit, kemudian ada back up, kemudian sit up, kemudian ada push up dan shuttle run. Jadi diharapkan nanti nilai kesamaptaan dan PBB digabung dengan nilai tes kepribadian untuk menentukan calon Paskibraka DIY, dan Paskibraka Nasional Wakil DIY” katanya.

Setelah menyelesaikan tes fisik, peserta langsung melanjutkan tahapan PBB yang digelar di kawasan Mandala Krida pada hari yang sama sebagai bagian dari penilaian kedisiplinan dan kekompakan.

“Setelah kesamaptaan atau Garjas nanti ada PBB. Ada penilaian PBB yang dilaksanakan juga di seputaran Mandala Krida ini,” ujarnya.

Secara keseluruhan, proses seleksi Paskibraka DIY 2026 berlangsung pada 4-8 Mei 2026 di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) DIY serta Stadion Mandala Krida. Penjaringan ini tidak hanya menitikberatkan aspek fisik dan baris-berbaris, tetapi juga karakter, disiplin, serta wawasan kebangsaan peserta.

Dari seluruh peserta, panitia akan menyaring sejumlah 40 orang atau 20 pasang di tingkat provinsi sebelum menentukan wakil DIY ke tingkat nasional.

“Untuk seleksi tingkat provinsi diambil sejumlah 4 pasang atau 8 orang Calon Paskibraka tiap perwakilan Kabupaten/Kota. Kemudian untuk Calon Paskibraka Tingkat Pusat/Nasional ada 3 pasang atau 6 orang yang nanti akan dikirim mengikuti verifikasi Tingkat Pusat.

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan seleksi dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan guna menghasilkan generasi muda yang berintegritas.

“Paskibraka secara resmi dibentuk pada 1946 di Yogyakarta atas perintah Presiden Soekarno. Sejak saat itu, Paskibraka menjadi wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya memiliki fisik yang kuat, tetapi juga mental yang tangguh, karakter yang berintegritas, serta kecintaan yang mendalam terhadap tanah air,” ujarnya.

Ia menambahkan, peserta terpilih nantinya diharapkan mampu membawa identitas dan nilai keistimewaan Yogyakarta di tingkat nasional.

“Nantinya Paskibraka yang terpilih menjadi wakil DIY untuk mengikuti seleksi dan bertugas sebagai Paskibraka nasional, harus mampu menjadi representasi terbaik dari DIY. Kalian membawa identitas, nilai-nilai budaya, serta semangat keistimewaan Yogyakarta di tingkat nasional,” katanya. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |