SPMB Gunungkidul 2026, Pendaftaran Kelas Olahraga Mulai Dibuka

2 hours ago 1

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Tahapan SPMB Gunungkidul 2026 resmi dimulai dengan pembukaan pendaftaran kelas khusus olahraga (KKO) tingkat SMP yang lebih dulu dibuka dibanding jalur reguler.

Dinas Pendidikan Gunungkidul telah menyiapkan petunjuk teknis sekaligus memulai sosialisasi berjenjang ke satuan pendidikan dari tingkat TK hingga SMP guna memastikan proses penerimaan siswa berjalan lancar.

Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027 telah memasuki tahap awal, ditandai dengan dibukanya pendaftaran untuk jenjang SMP, khususnya kelas olahraga.

“Untuk sekarang juga sudah dimulai pendaftaran penerimaan siswa baru tingkat SMP,” kata Nunuk saat dihubungi Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, pendaftaran yang saat ini berlangsung masih bersifat terbatas karena hanya diperuntukkan bagi kelas khusus olahraga dan belum mencakup seluruh sekolah. Adapun pendaftaran umum tingkat SMP dijadwalkan berlangsung pada 20–24 Juni 2024, sementara KKO telah dibuka sejak 4–22 Mei.

“Tidak semua SMP membuka KKO karena di Gunungkidul hanya ada di empat sekolah,” ungkapnya.

Empat sekolah yang membuka kelas olahraga tersebut meliputi SMP Negeri 1 Rongkop, SMP Negeri 1 Playen, SMP Negeri 1 Ngawen, dan SMP Negeri 1 Saptosari. Masing-masing sekolah menyediakan satu kelas dengan kapasitas 32 siswa.

Nunuk menegaskan, pembukaan KKO merupakan bagian dari upaya pembinaan siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga sekaligus untuk menjaring calon atlet potensial di daerah.

“Untuk kegiatan belajar sama seperti siswa reguler lainnya. Tapi, murid-murid kelas khusus ini akan mendapatkan tambahan porsi di bidang olahraga melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Rongkop, Endah Siswati, menyampaikan bahwa proses pendaftaran KKO di sekolahnya telah berjalan dan dilakukan secara daring seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Hingga sekarang masih berlangsung,” kata Endah.

Ia menambahkan, kuota yang tersedia di sekolahnya sebanyak satu kelas atau 32 siswa, dengan seleksi yang menyesuaikan minat dan bakat calon peserta didik di berbagai cabang olahraga.

“Untuk siswa KKO tidak hanya belajar seperti biasa, tapi juga ada pendalaman berkaitan dengan minat sesuai dengan cabang olahraga yang diikuti,” katanya, merujuk pada pilihan seperti voli, bulu tangkis, sepak bola, futsal, hingga karate yang menjadi fokus pembinaan di kelas olahraga tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |