Logo BRI Super League. / Ist
Harianjogja.com, JOGJA— Madura United akhirnya bisa bernapas sedikit lebih lega dalam persaingan ketat di papan bawah Super League 2025/26. Kemenangan krusial diraih Laskar Sape Kerrab seusai menjinakkan perlawanan Bali United dengan skor meyakinkan 2-0 dalam laga pekan ke-31 yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, Selasa (5/5/2026).
Tambahan tiga poin ini membuat posisi Madura United melesat ke peringkat 14 klasemen sementara dengan total koleksi 32 poin. Hasil positif di kandang sendiri ini sekaligus memperlebar jarak mereka menjadi lima poin dari Persis Solo, yang saat ini masih tertahan di batas atas zona degradasi.
Tuan rumah langsung menunjukkan taringnya sejak peluit pertama dibunyikan dengan melancarkan serangan agresif ke jantung pertahanan tim tamu. Laga baru berjalan enam menit, publik Bangkalan langsung bersorak saat Iran Junior sukses menyarangkan bola ke gawang Bali United melalui skema serangan balik cepat yang mematikan.
Gol cepat tersebut nyatanya meruntuhkan mental bertanding Bali United yang sebenarnya datang dengan modal mentereng berupa tiga kemenangan beruntun. Pasukan asuhan Johnny Jansen tampak frustrasi menembus rapatnya barisan pertahanan Madura United yang tampil sangat disiplin sepanjang babak pertama.
Dominasi Madura United terus berlanjut hingga memasuki paruh kedua pertandingan dengan penguasaan bola yang lebih tenang. Kemenangan tuan rumah akhirnya terkunci pada menit ke-74 melalui eksekusi penalti sempurna dari Junior Brandao, seusai terjadinya pelanggaran keras di kotak terlarang Bali United.
Bagi Bali United, kekalahan ini menjadi tamparan keras yang menghentikan tren positif mereka di kompetisi musim ini. Serdadu Tridatu kini harus puas tertahan di peringkat ke-8 dengan raihan 45 poin, yang membuat ambisi mereka untuk merangsek ke posisi elite papan atas semakin terjal di sisa musim.
Meskipun posisi Madura United mulai menjauh dari zona merah, perjuangan anak asuh Widodo C. Putro ini belum sepenuhnya berakhir. Dengan kompetisi yang menyisakan beberapa laga sisa, setiap poin kini menjadi harga mati bagi Laskar Sape Kerrab untuk memastikan diri tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.
Suntikan moral dari kemenangan atas tim kuat seperti Bali United diharapkan mampu menjadi modal berharga bagi Madura United dalam melakoni laga-laga tandang berikutnya. Konsistensi permainan di lini belakang yang ditunjukkan pada laga ini menjadi kunci utama yang wajib dipertahankan untuk menjauh dari kejaran tim-tim di bawahnya.
Kekalahan ini juga memaksa manajemen Bali United untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh sebelum melakoni pertandingan selanjutnya. Tanpa perbaikan efektivitas di lini depan, peluang mereka untuk mengakhiri musim di posisi empat besar bisa saja tertutup oleh tim pesaing lainnya yang tampil lebih konsisten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































