RS Pratama Jogja Kembangkan Layanan Digital hingga Wisata Medis

9 hours ago 2

Harianjogja.com, JOGJA—RS Pratama Jogja terus memperkuat posisinya sebagai rumah sakit daerah dengan layanan kesehatan berbasis teknologi. Memasuki usia ke-10 tahun, rumah sakit milik Pemerintah Kota Yogyakarta ini menghadirkan berbagai inovasi, mulai dari pengembangan rekam medis elektronik secara mandiri, layanan CT Scan, hingga program wisata medis yang menyasar wisatawan dan pelaku perjalanan internasional.

Perjalanan satu dekade RS Pratama Jogja ditandai dengan sejumlah pengembangan layanan yang memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan spesialis. Direktur RS Pratama Jogja, Bayu Subagja, mengatakan transformasi yang terjadi saat ini jauh berbeda dibandingkan kondisi rumah sakit pada masa awal operasional.

Menurut Bayu, saat pertama kali beroperasi, RS Pratama Jogja hanya memiliki empat layanan spesialis dasar. Seiring perkembangan kebutuhan masyarakat, rumah sakit tersebut kini menghadirkan berbagai layanan tambahan, antara lain spesialis saraf, spesialis jiwa, bedah mulut, hingga dokter gigi anak.

"Kami juga terus melangkah maju untuk menambah fasilitas penunjang medis. Yang terbaru dan menjadi salah satu keunggulan kami saat ini adalah dibukanya layanan CT Scan," ujar Bayu dalam kegiatan Temu Pelanggan sekaligus peringatan 10 tahun RS Pratama Jogja, Sabtu (20/6/2026).

Ia menjelaskan, keberadaan layanan CT Scan semakin memperkuat kapasitas RS Pratama Jogja sebagai rumah sakit pemerintah daerah yang memiliki fasilitas radiologi yang semakin lengkap.

Melalui agenda Temu Pelanggan sebagai jembatan komunikasi dua arah yang apresiatif demi menyerap masukan dari masyarakat, sekaligus memetakan solusi cepat (quick wins) atas kendala fasilitas yang dirasakan pasien.

​"Melalui wadah Temu Pelanggan ini, kami membuka ruang diskusi yang dinamis dan terbuka lebar. Manajemen ingin mendengar langsung setiap keluhan di lapangan, mengurai simpul masalah pelayanan, dan memperkuat ikatan emosional dengan seluruh warga yang memercayakan kesehatannya di RS Pratama," tutur Bayu.

​Lebih lanjut, Bayu menguraikan bahwa muara dari seluruh masukan dalam forum ini adalah peningkatan standar keselamatan pasien (patient safety) secara berkelanjutan. Tim manajemen dipastikan bergerak aktif mengidentifikasi kritik terkait aspek penunjang medis, keandalan dokter dan perawat, hingga kondisi sarana fisik gedung.

​Melalui data aspirasi yang terjaring secara real-time ini, RS Pratama Jogja dapat langsung mengambil tindakan korektif jangka pendek, sekaligus menyusun peta jalan (roadmap) jangka panjang untuk menghadirkan layanan kesehatan yang humanis dan prima di Kota Gudeg.

Kembangkan Rekam Medis Elektronik Secara Mandiri

Di tengah percepatan digitalisasi layanan kesehatan nasional, RS Pratama Jogja memilih mengembangkan sistem teknologi informasi secara mandiri. Rumah sakit ini membangun sistem Elektronik Rekam Medis (ERM) menggunakan sumber daya internal tanpa membeli aplikasi dari pihak ketiga.

Sistem tersebut dikembangkan sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan yang mewajibkan fasilitas kesehatan beralih dari pencatatan manual menuju rekam medis elektronik guna meningkatkan keamanan dan akurasi data pasien.

Bayu menuturkan penerapan ERM juga membantu memperkuat transparansi pengelolaan data karena seluruh aktivitas tercatat dalam sistem digital. Selain itu, layanan tersebut telah terintegrasi dengan aplikasi JKN milik BPJS Kesehatan sehingga memudahkan pasien melakukan pendaftaran secara daring.

"Kami membangun sistem IT ini sendiri tanpa membeli dari luar. Ini kebanggaan besar karena merancang sistem IT kesehatan itu tidak mudah. Kendati fokus kami ke pendaftaran online agar pasien bisa memesan kuota dari rumah jauh-jauh hari, loket onsite tetap kami buka untuk mengakomodasi pasien yang datang mendadak," katanya.

Meski mengedepankan layanan digital, RS Pratama Jogja tetap mempertahankan pendaftaran langsung bagi pasien yang membutuhkan pelayanan segera maupun masyarakat yang belum terbiasa menggunakan layanan daring. Rumah sakit juga menyiapkan prosedur mitigasi apabila terjadi gangguan jaringan agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan normal.

Layani Pasien dari Berbagai Daerah

Sebagai mitra BPJS Kesehatan sejak awal berdiri, RS Pratama Jogja memastikan seluruh proses pelayanan dan klaim berjalan baik. Bayu menyebut hingga saat ini tidak terdapat persoalan terkait klaim maupun temuan kasus kecurangan dalam pelayanan BPJS Kesehatan.

Kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit tersebut juga terus meningkat. Tidak hanya melayani warga Kota Jogja, RS Pratama Jogja menerima pasien dari berbagai daerah, termasuk Gunungkidul dan Klaten. Salah satu layanan yang banyak menjadi tujuan rujukan adalah bedah mulut.

Bidik Wisata Medis Lewat Program Hotel Pratama

Memanfaatkan posisi strategis di kawasan pusat wisata Yogyakarta, RS Pratama Jogja meluncurkan inovasi bertajuk Hotel Pratama atau Health Offer for Tourism RS Pratama.

Program ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), biro perjalanan wisata, hingga pemandu wisata. Melalui sistem barcode, pelaku industri pariwisata dapat memperoleh panduan penanganan awal ketika wisatawan membutuhkan bantuan medis.

Pengembangan wisata medis tersebut juga diwujudkan melalui layanan Vaksinasi Internasional. Layanan ini ditujukan bagi wisatawan mancanegara, masyarakat yang akan bepergian ke luar negeri, hingga calon jemaah umrah dan haji.

RS Pratama Jogja juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah biro perjalanan umrah untuk mendukung layanan tersebut.

"Siapa saja bisa memanfaatkan layanan vaksinasi internasional ini, termasuk turis asing. Kebutuhan regulasi kesehatan tiap negara kan berbeda, seperti ke Eropa atau Arab Saudi, dan kami hadir untuk memfasilitasi hal tersebut. Informasi kuota harian dan pendaftarannya pun bisa diakses transparan lewat website resmi kami," ujar Bayu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |