
Kebakaran Habit Pool and Lounge di Sleman diduga akibat korsleting listrik dengan kerugian ditaksir hingga Rp15 miliar. /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Kebakaran hebat melanda tempat hiburan Habit Pool and Lounge yang berlokasi di Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (20/6/2026) pagi. Peristiwa tersebut diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik dan mengakibatkan kerusakan parah pada hampir seluruh bangunan.
Insiden ini terjadi menjelang pagi hari dan dengan cepat menghanguskan area utama lounge yang menjadi pusat aktivitas usaha. Dugaan awal menyebutkan sumber api berasal dari instalasi listrik di dalam bangunan yang mengalami gangguan, sebelum akhirnya api menyebar ke seluruh ruangan.
Pemilik Habit Pool and Lounge, Hasto Panunjung, 33, menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal di lapangan, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran.
Ia mengungkapkan bahwa dalam dua pekan terakhir, aliran listrik di tempat usahanya sempat mengalami kondisi tidak stabil, berupa pemadaman singkat yang kemudian kembali menyala secara berulang.
Menurut Hasto, kondisi tersebut sempat berdampak pada kerusakan sejumlah perangkat elektronik operasional sebelum kebakaran terjadi. Beberapa peralatan seperti blender dilaporkan rusak mendadak, bahkan bohlam lampu sempat pecah saat listrik kembali menyala.
Dampak kebakaran ini, kata Hasto, menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp10 miliar pada aset bangunan dan isi di dalamnya.
"Apabila akumulasi kehilangan omzet selama satu tahun ke depan ikut dihitung dalam masa pemulihan ini, kerugian totalnya bisa menembus Rp15 miliar," papar Hasto.
Ia juga menyampaikan kekhawatiran terhadap sekitar 50 karyawan yang terdampak langsung akibat berhentinya operasional usaha tersebut. Sebagian besar di antaranya merupakan pekerja yang telah mengabdi lebih dari dua tahun.
Salah satu karyawan Habit Pool and Lounge, Aziz, mengungkapkan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 04.59 WIB. Ia baru menyadari adanya kebakaran setelah dibangunkan oleh warga yang tinggal di belakang lokasi usaha tersebut.
"Saya baru saja selesai mencari makan, lalu masuk ke kamar untuk tidur. Namun, belum lama terlelap, sekitar satu menit sebelum pukul lima pagi, warga sekitar berteriak membangunkan saya karena melihat kobaran api," ungkap Aziz.
Setelah terbangun, Aziz mendapati asap tebal sudah memenuhi ruangan dan kondisi api yang semakin membesar di dalam bangunan. Ia sempat mencoba masuk untuk menyelamatkan barang-barang di dalam lounge, namun upaya tersebut terhenti akibat panas ekstrem dan asap pekat yang membatasi jarak pandang.
Ia juga menyebut sempat terdengar beberapa kali suara ledakan dari dalam gedung yang terbakar. Ledakan tersebut diduga berasal dari perangkat elektronik seperti AC, instalasi lampu, hingga sistem audio yang ikut terbakar.
Menurutnya, bagian yang paling parah terdampak adalah area lounge utama serta ruang operasional di bagian depan bangunan. Sementara itu, area dapur relatif tidak terdampak karena memiliki sekat dan instalasi listrik terpisah.
"Titik terparah ada di ruang lounge. Seluruh sofa, sistem pengeras suara, peralatan musik, hingga inventaris bar ludes tak bersisa karena di sana memang pusatnya instalasi kabel dan lampu," imbuhnya.
Klarifikasi PLN Terkait Dugaan Gangguan Listrik
Menanggapi dugaan adanya keterkaitan antara pemadaman listrik dan korsleting, Manajer Komunikasi dan Umum PLN UID Yogyakarta, Angga Ditya, memberikan klarifikasi bahwa pemadaman dari jaringan utama tidak serta-merta menyebabkan korsleting di dalam bangunan.
Ia menjelaskan bahwa korsleting umumnya terjadi akibat faktor internal instalasi listrik, seperti kualitas kabel yang menurun, komponen yang aus, atau instalasi yang tidak sesuai standar.
Menurutnya, jika pemadaman dari jaringan luar dapat langsung menyebabkan korsleting di berbagai bangunan, maka kejadian serupa akan terjadi secara luas dan bersamaan.
Karena itu, Angga menegaskan perlunya investigasi teknis yang menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti kebakaran di Habit Pool and Lounge, tanpa langsung menyimpulkan keterkaitan dengan gangguan pasokan listrik dari PLN.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































