PWI DIY Bentuk Tim Ad Hoc, Dorong Udin Wartawan Bernas Jadi Pahlawan

4 hours ago 1

PWI DIY Bentuk Tim Ad Hoc, Dorong Udin Wartawan Bernas Jadi Pahlawan

PWI DIY membentuk Tim Ad Hoc untuk mengusulkan Udin (Fuad Muhammad Syafruddin) sebagai Pahlawan Nasional sebagai penghormatan kebebasan pers. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta resmi membentuk Panitia Ad Hoc untuk mengusulkan wartawan Harian Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin, sebagai Pahlawan Nasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga marwah pers sekaligus memperkuat komitmen terhadap kebebasan pers di Indonesia.

Udin diketahui menjadi korban kekerasan dalam menjalankan tugas jurnalistik hingga kehilangan nyawa, sementara kasus pembunuhannya hingga kini belum terungkap secara tuntas.

PWI menyebut telah melakukan berbagai upaya pembelaan, termasuk desakan kepada kepolisian agar mengungkap pelaku sebenarnya. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait identitas pelaku pembunuhan tersebut. PWI juga pernah mengajukan gugatan terhadap Polda DIY, namun tidak diterima oleh pengadilan.

Udin meninggal dunia pada 16 Agustus 1996 setelah mengalami penganiayaan pada 13 Agustus 1996. Kasus ini menjadi salah satu peristiwa kekerasan terhadap jurnalis paling dikenal dalam sejarah pers Indonesia, karena hingga kini pelaku intelektual maupun pelaku utama belum terungkap secara tuntas.

Selama masa tugasnya di Harian Bernas, Udin dikenal aktif menulis laporan investigatif terkait kebijakan publik dan penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Bantul.

Amanat Konferprov PWI DIY 2025

Ketua PWI DIY, Hudono, mengatakan pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional merupakan amanat Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI DIY tahun 2025, yang juga telah disampaikan dalam Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PWI di Banten.

“Ini merupakan amanat organisasi yang harus diperjuangkan bersama. Namun, kita harus menyadari bahwa proses pengusulan gelar pahlawan nasional tidak bisa dilakukan secara singkat. Dibutuhkan kerja keras, waktu yang panjang, serta dukungan berbagai pihak,” kata Hudono.

Ia menegaskan, Tim Ad Hoc tidak hanya bertugas menyiapkan dokumen pengusulan gelar, tetapi juga mendorong pengungkapan kembali kasus pembunuhan Udin yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar.

Menurutnya, hasil Tim Pencari Fakta pada masanya menyimpulkan bahwa Udin menjadi korban kekerasan yang berkaitan dengan aktivitas jurnalistiknya. Selama menjadi wartawan, Udin disebut menulis sekitar 90 berita kritis terkait kebijakan dan penyelenggaraan pemerintahan daerah di Bantul.

“Udin jelas menjadi korban kekerasan terhadap kebebasan pers. Sampai hari ini pelaku sebenarnya belum berhasil diungkap secara tuntas. Karena itu perjuangan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa negara masih memiliki pekerjaan rumah,” ujarnya.

Hudono berharap seluruh unsur PWI, mulai dari Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, hingga Dewan Pakar dapat memperluas dukungan hingga tingkat nasional agar pengusulan ini mendapat perhatian pemerintah.

Proses Panjang Pengusulan Pahlawan Nasional

Sementara itu, Penasehat Tim Ad Hoc, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, menegaskan bahwa pengusulan gelar Pahlawan Nasional membutuhkan proses panjang dan kajian akademik yang kuat.

“Jangan berpikir proses ini selesai dalam tiga bulan. Bisa lima tahun atau bahkan lebih. Namun semua perjuangan besar memang harus dimulai,” kata Edy.

Ia menjelaskan, proses tersebut umumnya meliputi seminar, focus group discussion (FGD), penyusunan buku, pengumpulan dokumen sejarah, hingga penguatan rekam jejak tokoh yang diusulkan.

Susunan Tim Ad Hoc Disiapkan

Sebagai tindak lanjut, PWI DIY membentuk struktur Tim Ad Hoc yang akan mengawal proses pengusulan gelar tersebut.

Penanggung jawab: Ketua PWI DIY, Drs. Hudono, SH.

Penasehat: Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec; Dr. H. Achiel Suyanto, SH, MH, MBA; Dr. TM Luthfi Yazid, SH, LLM; Asriel Sutan Marajo, SH; serta para pemimpin redaksi media di Yogyakarta.

Ketua: Ki R Bambang Widodo, S.Pd., M.Pd
Wakil Ketua: Ainun Najib, S.Si, SH
Sekretaris: Ahmad Ikwanuddin
Wakil Sekretaris: Agus Susanto
Bendahara: Sigit Purwita

Anggota: Kusno Setiyo Utomo, Ribut Raharjo, Primaswolo Sudjono, Swasto Dayanto, Yusron Mustaqim, Samento Sihono, Reren Indranila, Neti Istimewa Rukmana, Herry Sidik, Djudiman, dan Rosihan Anwar.

Melalui pembentukan tim ini, PWI DIY berharap proses pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional dapat berjalan sistematis, sekaligus memperkuat komitmen terhadap perlindungan kebebasan pers di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |