Libur Sekolah Momentum Pembenahan SPPG MBG Bantul, IPAL-SLHS Dikebut

5 hours ago 1

Libur Sekolah Momentum Pembenahan SPPG MBG Bantul, IPAL-SLHS Dikebut

Sejumlah murid sekolah di SMAN 2 Bantul mengembalikan ompreng setelah menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tersebut belum lama ini. Pemkab Bantul menyebut selama libur sekolah yang berbarengan dengan liburnya MBG, evaluasi akan dilakukan pada SPPG yang belum mengantongi IPAL dan SLHS. /Harian Jogja-Yosef Leon.

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memanfaatkan masa libur sekolah yang bertepatan dengan penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk melakukan pembenahan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi standar operasional. Langkah ini dilakukan agar ketika kegiatan belajar mengajar kembali dimulai, layanan MBG dapat berjalan tanpa kendala teknis maupun administratif.

Fokus pembenahan diarahkan pada pemenuhan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) serta percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi SPPG yang belum memenuhi persyaratan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Bantul, Hermawan Setiaji, mengatakan masa penghentian sementara distribusi MBG menjadi momentum penting untuk melakukan perbaikan menyeluruh terhadap fasilitas layanan di lapangan.

“Sesuai instruksi dari Badan Gizi Nasional, selama libur sekolah program MBG juga diliburkan. Karena itu kami berusaha agar beberapa SPPG yang IPAL-nya belum sesuai standar dan yang SLHS-nya belum terbit, sekitar empat sampai lima unit, bisa segera diurus dan diselesaikan,” kata Hermawan, Selasa (23/6/2026).

135 SPPG Tersebar di Bantul

Berdasarkan data Pemkab Bantul hingga awal Juni 2026, terdapat 135 SPPG yang tersebar di berbagai kapanewon. Namun, tidak seluruhnya dapat beroperasi secara optimal karena masih menghadapi sejumlah kendala teknis dan perizinan.

Dari jumlah tersebut, 102 SPPG telah aktif beroperasi, sementara 15 unit masih dalam tahap persiapan dan belum mulai memberikan layanan. Adapun 18 unit lainnya untuk sementara menghentikan operasional.

Hermawan menjelaskan, kendala utama yang masih dihadapi sejumlah SPPG berkaitan dengan pemenuhan standar pengelolaan limbah serta kelengkapan izin sanitasi.

Persoalan tersebut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kualitas serta keamanan layanan makanan bergizi yang disalurkan kepada peserta program MBG.

Saat ini terdapat dua SPPG yang menghentikan layanan sementara karena masih dalam proses penanganan IPAL, yakni di Bangunharjo, Sewon, dan Tirtosari, Kretek.

Target Rampung Sebelum Sekolah Masuk

Pemkab Bantul menargetkan seluruh perbaikan dapat diselesaikan sebelum kegiatan belajar mengajar kembali dimulai, sehingga layanan SPPG dapat kembali berjalan secara optimal.

“Kami ingin saat sekolah kembali masuk, SPPG yang masih terkendala ini sudah siap beroperasi dan memenuhi seluruh standar yang ditetapkan,” ujar Hermawan.

MBG Dihentikan Sementara Saat Libur Sekolah

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan penghentian sementara penyaluran Program MBG selama masa libur sekolah pada 22 Juni hingga 13 Juli 2026.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi pada periode hari libur, yang menjadi dasar penyesuaian operasional di seluruh daerah, termasuk Kabupaten Bantul.

Pemkab Bantul memastikan proses pembenahan SPPG akan terus dipercepat selama masa libur agar saat program kembali berjalan, seluruh unit layanan telah memenuhi standar yang ditetapkan dan dapat beroperasi secara optimal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |