Kemenperin Bantah Isu Pabrik Otomotif Kabur ke Vietnam

1 hour ago 1

Kemenperin Bantah Isu Pabrik Otomotif Kabur ke Vietnam

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) - ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa isu relokasi dua perusahaan industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam tidak benar. Kedua perusahaan tersebut dipastikan tetap beroperasi normal di dalam negeri dan bahkan masih berkontribusi terhadap kinerja ekspor nasional.

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melalui juru bicaranya, Febri Hendri Antoni Arif, menyampaikan bahwa Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah menindaklanjuti isu tersebut dengan memerintahkan investigasi internal untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Langkah itu dilakukan menyusul pemberitaan terkait dugaan relokasi fasilitas produksi dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di dua perusahaan komponen otomotif yang disebut-sebut akan berpindah ke Vietnam.

“Pada hari Minggu sore tanggal 21 Juni 2026, Bapak Menteri Perindustrian telah memerintahkan Dirjen ILMATE untuk menelusuri kebenaran informasi relokasi perusahaan industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam. Mempertimbangkan kehati-hatian dan sensifitas isu ini bagi industri dan investasi asing pada sektor industri otomotif Indonesia, maka pada hari ini kami menyampaikan temuan lapangannya pada publik,” ujar dia.

Perusahaan Tetap Beroperasi Normal

Berdasarkan hasil penelusuran Kemenperin, dua perusahaan yang dimaksud, yakni PT JAI dan PT SAI, diketahui berlokasi di Jawa Timur, masing-masing di Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto.

Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto menjadi lokasi operasional dua perusahaan tersebut yang hingga saat ini masih berjalan normal tanpa adanya indikasi penghentian produksi.

Kemenperin juga menyebut kedua perusahaan tersebut secara rutin melaporkan kegiatan industri melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) sesuai ketentuan yang berlaku.

“Berdasarkan hasil penelusuran kebenaran informasi ini, kami dari Kementerian Perindustrian sementara menyimpulkan bahwa pertama belum ada rencana relokasi fasilitas produksi PT. JAI dan PT. SAI dari Indonesia ke Vietnam. Dan kedua tidak ada pengurangan tenaga kerja atau PHK pada dua perusahaan industri tersebut,” ungkap Febri.

Produksi Tetap Berjalan dan Fokus Ekspor

Kemenperin juga menegaskan bahwa aktivitas produksi kedua perusahaan masih berjalan stabil. Pada triwulan I tahun 2026, PT SAI tercatat memproduksi sekitar 1,2 juta unit komponen, sementara PT JAI mencapai 1,6 juta unit.

komponen otomotif Indonesia dari kedua perusahaan tersebut seluruhnya ditujukan untuk pasar ekspor, sehingga menjadikannya bagian penting dalam rantai pasok global industri otomotif nasional.

Dengan nilai investasi yang mencapai lebih dari Rp1,9 triliun, kedua perusahaan disebut memiliki komitmen jangka panjang untuk terus mengembangkan industri manufaktur di Indonesia.

Dampak Isu terhadap Industri

Meski isu relokasi dan PHK telah dibantah, Kemenperin mencatat bahwa pemberitaan tersebut sempat menimbulkan gangguan pada rantai pasok serta menimbulkan kekhawatiran di kalangan mitra bisnis.

Buyer dan supplier kedua perusahaan dilaporkan sempat mempertanyakan kebenaran informasi yang beredar, termasuk komitmen perusahaan terhadap kontrak jangka panjang.

“Pemberitaan masif terhadap relokasi dan PHK pada dua industri di Jatim ini telah berdampak terhadap rantai pasok industri otomotif dan iklim investasi manufaktur Indonesia terutama pada dua perusahaan industri komponen otomotif ini,” tutur Jubir Kemenperin tersebut.

Pemerintah memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap kinerja industri serta mengambil langkah mitigasi cepat apabila terjadi gangguan pada produksi maupun permintaan, guna menjaga stabilitas sektor manufaktur nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |