
Beasiswa pendidikan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN— Kabar baik bagi masyarakat Bumi Sembada yang ingin melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Program Beasiswa Sleman Pintar tahun kedua resmi diperluas dengan menyajikan lonjakan pilihan program studi (prodi) yang jauh lebih variatif di kampus Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).
Jika pada tahun sebelumnya para penerima manfaat hanya dibatasi pada tiga pilihan prodi, kini peserta program dapat melirik hingga 20 prodi strategis. Langkah ekspansif ini sengaja diambil guna memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda dalam mengejar minat bakat mereka.
Rektor UTY, Bambang Moertono Setiawan, menegaskan bahwa sinergi erat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman ini merupakan komitmen konkret dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mengatrol kesejahteraan masyarakat. Melalui bangku kuliah, rantai kemiskinan di wilayah Sleman diyakini dapat diputus secara struktural.
Oleh karena itu, rumpun keilmuan yang disediakan kini tidak main-main. Cakupannya meluas mulai dari sektor teknik, komputer, sains, ilmu sosial, hingga pariwisata.
Terapkan Model Kuliah Magang Beruang Saku
Menariknya, program beasiswa ini tidak sekadar menawarkan perkuliahan teori di dalam ruang kelas. Bambang membeberkan bahwa program Sleman Pintar di UTY turut menyuntikkan skema kelas industri yang didesain sangat taktis dan adaptif dengan kebutuhan pasar kerja.
Lewat sistem ini, mahasiswa akan mengonsumsi materi teori di lingkungan kampus selama dua tahun pertama. Selanjutnya, mereka akan langsung diterjunkan untuk melakoni praktik kerja lapangan atau kuliah aplikatif di dunia industri selama 1,5 tahun berikutnya.
“Selama menjalani masa perkuliahan di industri, para mahasiswa juga akan mendapatkan uang saku,” terang Bambang seusai acara penandatanganan kerja sama di kampus setempat, Selasa (26/5/2026).
Skema jemput bola ini dinilai menjadi solusi cerdas bagi mahasiswa dari keluarga miskin. Hal senada diungkapkan oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya. Ia menyampaikan bahwa kehadiran program Sleman Pintar ditujukan khusus untuk meruntuhkan tembok pembatas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu.
Harda memastikan Pemkab Sleman bakal terus mengawal keberlanjutan program ini demi mendongkrak indeks kualitas layanan publik. Senada dengan bupati, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, juga menggarisbawahi pentingnya intervensi pendidikan bagi para lulusan SMA sederajat dari keluarga rentan.
Melalui skema kuliah gratis terintegrasi ini, para peserta diproyeksikan tidak hanya menggondol ijazah akademik, melainkan juga menggenggam keterampilan kerja nyata (hardskill) yang menjadi modal utama untuk bersaing secara mandiri di kerasnya dunia kerja.
Gandeng Gurita Mitra Industri Baru
Keseriusan program ini dibuktikan dalam seremoni penandatanganan perjanjian kerja sama Program Beasiswa Sleman Pintar tahun kedua antara Pemkab Sleman dan UTY. Hajatan tersebut turut dibarengi dengan jalinan kemitraan strategis bersama sederet korporasi dan mitra industri baru.
Langkah ini diambil untuk memastikan kuota penyerapan praktik kerja industri mahasiswa berjalan optimal. Jajaran korporasi baru yang resmi merapat dalam program ini meliputi:
PT Yogya Presisi Teknikatama Industri
PT Sinar Mulia Teknalum
CV Julang Marching Pratama
PT Media Sarana Data
CV Global Mitra Perkasa
PT Indo Tecno Medic
CV Tirta Shahadah
PT Mari Belajar Indonesia Cerdas
Integrasi kokoh antara pemerintah daerah, akademisi kampus, dan sektor manufaktur-digital ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap pakai, sekaligus mengentaskan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Sleman secara signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































