UGM Soroti Kenakalan Remaja, Arie Sujito Ajak Siswa Tolak Kekerasan

7 hours ago 3

UGM Soroti Kenakalan Remaja, Arie Sujito Ajak Siswa Tolak Kekerasan

Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Arie Sujito saat menjadi inspektur upacara bendera di SMAN 4 Yogyakarta pada Senin (20/7/2026)./Istimewa

Harianjogja.com, SLEMAN— Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Jogja (DIY) memperkuat upaya pembinaan pelajar menyusul meningkatnya kenakalan anak usia sekolah yang berujung pada tindak pidana di ruang publik. Komitmen tersebut ditindaklanjuti melalui Instruksi Gubernur DIY No.6512/2026 tentang Penanganan Kenakalan Anak Usia Sekolah yang Berujung pada Tindak Pidana di Ruang Publik, yang disosialisasikan lewat Upacara Bendera dan Deklarasi Bersama Warga Sekolah SMA/SMK se-DIY secara serentak pada Senin (20/7/2026).

Dalam kegiatan yang digelar di SMAN 4 Yogyakarta, Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Arie Sujito, mengingatkan bahwa DIY sebagai kota pendidikan dan budaya tengah menghadapi tantangan serius berupa meningkatnya kenakalan remaja.

Ia menyoroti berbagai bentuk perilaku menyimpang yang mulai marak, mulai dari membawa senjata tajam hingga penyalahgunaan pil dan minuman keras oplosan.

"Perubahan itu mestinya terjadi saat seorang anak memilih diam padahal harusnya bicara, saat ia memilih ikut padahal seharusnya menolak," kata Arie di SMAN 4 Yogyakarta pada Senin (20/7/2026).

Ingatkan Filosofi "Eling lan Waspada"

Dalam amanatnya, Arie mengajak para pelajar kembali memaknai falsafah Jawa "Eling lan Waspada". Menurutnya, filosofi tersebut mengajarkan seseorang untuk mengenali jati diri, mengingat harapan orang tua, sekaligus waspada terhadap berbagai pengaruh buruk yang kerap datang dalam bentuk yang tampak menyenangkan.

Ia mengatakan upaya mencegah kenakalan remaja tidak dapat dilakukan oleh sekolah saja. Pemda DIY, aparat keamanan, sekolah, perguruan tinggi, keluarga, hingga masyarakat perlu membangun gerakan bersama untuk melindungi anak-anak.

Jaga Warga Diminta Lebih Aktif

Arie juga mendorong penguatan inisiatif Jaga Warga sebagai garda sosial di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, warga dapat berperan dengan mengawasi aktivitas anak-anak pada jam-jam rawan, memberikan teguran secara santun, hingga melaporkan apabila menemukan potensi bahaya.

"Mulai malam ini, biasakan berada di rumah pada jam istirahat anak dan simpan baik-baik nomor Call Center 110. Satu panggilan telepon bisa jadi yang menyelamatkan nyawa temanmu sendiri," tegasnya.

Keberanian Sejati Adalah Menolak Ajakan yang Salah

Arie menilai tidak ada anak yang sejak lahir bercita-cita menjadi pelaku kekerasan. Menurutnya, tindakan tersebut sering kali bermula dari hal-hal yang dianggap sepele, seperti salah memilih pergaulan, mencari pengakuan, atau ingin terlihat berani.

Karena itu, ia menegaskan bahwa keberanian sejati bukan ditunjukkan dengan melukai orang lain, melainkan berani menolak ajakan yang salah dan menjaga diri maupun teman.

"Pilih lingkungan pertemanan yang membangun, keberanian melapor ketika melihat kekerasan atau narkoba, pulang tepat waktu dan menghormati orang tua. Menjaga diri sendiri adalah bentuk penghormatan kepada mereka yang telah bekerja keras membesarkan kalian," tuturnya.

Orang Tua Tetap Menjadi Benteng Utama

Selain menyampaikan pesan kepada pelajar, Arie juga mengingatkan para orang tua agar lebih mengenali lingkungan pergaulan anak-anak mereka.

Menurutnya, sekolah memang menjadi rumah kedua bagi siswa, tetapi keluarga tetap memegang peran utama dalam membentuk karakter dan mencegah anak terjerumus pada perilaku menyimpang.

Ia juga menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak tidak boleh dimaknai sebagai pembiaran terhadap pelanggaran hukum.

"Namun, bagi yang tersesat pintu pembinaan dan pemulihan akan selalu terbuka. Yang kita lawan adalah perilakunya, bukan masa depan anaknya," tandasnya.

Deklarasi Tolak Kekerasan dan Narkoba

Pada akhir kegiatan, Arie mengajak seluruh siswa SMA/SMK se-DIY menyatakan komitmen bersama untuk menolak kekerasan, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, kepemilikan senjata tajam, serta berbagai bentuk kenakalan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Ia berharap para pelajar mampu menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan bermartabat karena masa depan DIY sedang dibangun dari ruang-ruang kelas saat ini.

"Pulanglah selalu ke rumah yang lampu terasnya menyala menyambut kalian, dan jadilah cahaya itu sendiri bagi orang tua, guru, dan DIY yang kita cintai bersama," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |