Harianjogja.com, JOGJA— Dugaan kasus rasisme yang melibatkan penyerang Bhayangkara Presisi Lampung FC, Henry Doumbia, dan kapten Persib Bandung, Marc Klok, kini memasuki fase krusial. Penyerang asal Pantai Gading itu secara resmi membantah versi kejadian yang sebelumnya sempat dilontarkan oleh Klok terkait insiden di Stadion Sumpah Pemuda, pekan lalu.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya pada Selasa (5/5/2026), Doumbia menegaskan bahwa dirinya berdiri teguh pada pendengarannya saat kejadian berlangsung. Ia menepis klaim bahwa insiden tersebut hanyalah kesalahpahaman kata antara "back" dan "black" seperti yang dijelaskan oleh gelandang Timnas Indonesia tersebut.
"Saya ingin menegaskan bahwa saya berdiri pada pernyataan saya—saya yakin dengan apa yang saya dengar dan saya tidak akan mengangkat hal seperti ini tanpa alasan yang serius," tulis Doumbia dalam pernyataan resminya. Hal ini sekaligus mematahkan pernyataan Klok yang sebelumnya menyebut bahwa Doumbia sudah meminta maaf atas kesalahpahaman tersebut.
Konflik ini bermula saat Maung Bandung memperkecil kedudukan menjadi 1-2 melalui gol Federico Barba di akhir babak pertama. Dalam versi Klok, ia mengaku hanya meneriakkan kalimat "give me the ball back" kepada Doumbia demi mempercepat dimulainya kembali pertandingan karena timnya tengah mengejar ketertinggalan.
Namun, suasana justru memanas seusai laga yang berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan Persib tersebut. Marc Klok menyebut masalah ini berlanjut hingga ke lorong stadion dan ruang ganti karena manajer Bhayangkara FC sekaligus Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, terus menuduhnya melakukan tindakan rasis secara berulang.
Bagi Henry Doumbia, pengalaman pahit ini menjadi yang pertama sepanjang karier profesionalnya yang telah melanglang buana di berbagai negara seperti Thailand, Uni Emirat Arab, Libya, hingga Malaysia. Kendati demikian, ia mengaku telah menempuh jalur yang benar dalam menyampaikan pengalamannya kepada pihak berwenang.
Meskipun bersikeras pada pendiriannya, Doumbia menegaskan tidak ingin menciptakan perpecahan lebih lanjut di sepak bola Indonesia. Ia menyatakan tetap menghormati institusi Persib Bandung dan Marc Klok sebagai sesama profesional di atas lapangan hijau.
"Sepak bola seharusnya menjadi ruang yang penuh rasa hormat. Saya tidak akan lagi berkomentar secara publik dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses yang berjalan," tambah pemain yang telah mengoleksi enam gol dan tiga assist sejak didatangkan pada putaran kedua musim ini.
Hingga saat ini, manajemen Bhayangkara FC terus memberikan dukungan penuh kepada Doumbia dalam menghadapi situasi sensitif ini. Publik kini menanti langkah tegas dari komite disiplin kompetisi untuk mengusut tuntas fakta di lapangan agar integritas sepak bola Indonesia tetap terjaga dari isu rasisme.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































