Jumali Rabu, 08 Juli 2026 19:27 WIB

Pemain Mesir memprotes keputusan wasit saat laga melawan Argentina/Instagram: Reuterssport
Harianjogja.com, JOGJA—Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) mengambil langkah resmi setelah tim nasional mereka tersingkir dari Piala Dunia 2026. Menyusul kekalahan 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar, EFA meminta FIFA melakukan investigasi terhadap kepemimpinan wasit Francois Letexier dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Atlanta.
Permintaan tersebut muncul setelah Mesir gagal mempertahankan keunggulan dua gol yang sempat mereka raih dalam pertandingan tersebut. Argentina akhirnya membalikkan keadaan dan memastikan tiket ke perempat final melalui gol yang tercipta pada masa injury time.
Menurut laporan Diario AS, Presiden EFA, Hany Abo Rida telah menyampaikan keberatan resmi terkait sejumlah keputusan yang diambil perangkat pertandingan selama laga berlangsung. Menurut laporan yang beredar di media internasional, EFA juga meminta FIFA melakukan evaluasi terhadap seluruh kru wasit yang bertugas pada pertandingan tersebut.
Dalam dokumen yang diajukan kepada FIFA, EFA menilai terdapat sejumlah keputusan yang dianggap merugikan tim nasional Mesir. Federasi tersebut juga meminta agar seluruh proses ditinjau secara menyeluruh untuk memastikan standar kepemimpinan pertandingan tetap terjaga selama turnamen berlangsung.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum ada pernyataan resmi dari FIFA terkait permintaan investigasi yang diajukan EFA. Otoritas sepak bola dunia itu juga belum memberikan tanggapan mengenai tuntutan evaluasi terhadap wasit Francois Letexier dan tim asistennya.
"Kami menuntut agar seluruh kru wasit tersebut dilarang memimpin laga sisa setelah investigasi membuktikan adanya tindakan yang kami sebut sebagai 'kriminalitas diskriminasi' terhadap tim nasional Mesir," tegas Abo Rida seperti dilansir dari Voice of Emirates.
Kontroversi terkait kepemimpinan wasit menjadi salah satu isu yang beberapa kali mencuat selama pelaksanaan Piala Dunia 2026. Sejumlah pertandingan pada fase gugur turut memunculkan perdebatan mengenai keputusan di lapangan, meski sebagian besar tetap berada dalam kewenangan badan penilai wasit FIFA.
Di tengah polemik tersebut, Hany Abo Rida tetap memberikan apresiasi kepada para pemain Mesir yang dinilai tampil kompetitif menghadapi juara bertahan. Mesir sempat unggul 2-0 sebelum akhirnya kebobolan tiga gol dan harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen.
Penampilan Mohamed Salah dan rekan-rekannya sepanjang laga mendapat perhatian karena mampu memberikan tekanan besar kepada Argentina. Namun, hasil akhir membuat The Pharaohs gagal melangkah ke babak delapan besar.
Bagi Mesir, fokus berikutnya adalah menunggu respons FIFA terhadap keberatan yang telah diajukan. Sementara itu, Argentina melanjutkan perjalanan mereka ke perempat final dengan membawa modal kemenangan dramatis yang sekaligus menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































