
Sungai Code di Kota Jogja. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus mempercepat pembangunan jalan inspeksi di kawasan bantaran sungai dengan target seluruh jaringan di Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong saling terhubung pada 2030. Infrastruktur tersebut diproyeksikan tidak hanya mendukung penataan kawasan, tetapi juga mempercepat akses layanan darurat serta meningkatkan keselamatan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.
Kepala DPUPKP Kota Jogja, Umi Akhsanti, mengatakan pembangunan jalan inspeksi masih berlangsung secara bertahap di sejumlah lokasi. Pada 2026, salah satu ruas yang menjadi prioritas berada di kawasan Terban, tepatnya di belakang SPBU Terban.
"Target kami tahun ini salah satunya di Terban. Secara keseluruhan jalur yang direncanakan menghubungkan Jembatan Gondolayu sampai Jembatan Sarjito, tetapi yang dikerjakan tahun ini baru di belakang SPBU Terban," katanya, Rabu (8/7/2026).
Pembangunan Berlanjut di Sejumlah Kawasan
Selain di Terban, pengerjaan jalan inspeksi tahun ini juga dilakukan di kawasan Kotabaru, Kampung Lampion, dan Pringgokusuman. Sementara itu, ruas jalan inspeksi dari Jembatan Sarjito hingga Blimbingsari telah selesai dibangun dan kini sudah dimanfaatkan masyarakat.
Menurut Umi, keberadaan jalan inspeksi memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar mendukung pemeliharaan sungai. Infrastruktur tersebut juga membuka akses yang lebih layak bagi warga bantaran sungai yang selama ini hanya memiliki jalan sempit atau jalur pejalan kaki.
Permudah Ambulans dan Mobil Damkar Masuk Permukiman
Selama ini, keterbatasan akses membuat kendaraan layanan darurat kesulitan menjangkau permukiman di bantaran sungai. Kondisi tersebut menyebabkan proses evakuasi warga yang sakit maupun penanganan kebakaran menjadi tidak optimal.
"Selama ini masyarakat di bantaran sungai banyak yang hanya memiliki akses jalan kaki atau jalan sempit. Kalau ada warga sakit harus digotong dulu ke jalan utama baru bisa naik ambulans. Dengan jalan inspeksi selebar minimal tiga meter, ambulans dan mobil pemadam kebakaran berukuran kecil bisa masuk," ujarnya.
Selain memperlancar akses layanan darurat, pembangunan jalan inspeksi juga menjadi bagian dari strategi mitigasi bencana. Pemkot Jogja menilai masih banyak bangunan warga yang berdiri terlalu dekat dengan bibir sungai sehingga memiliki risiko lebih tinggi ketika banjir terjadi.
"Tujuan utamanya untuk keselamatan masyarakat. Bangunan yang terlalu dekat dengan bibir sungai tentu memiliki risiko lebih besar ketika terjadi banjir," katanya.
Penataan Lahan Dilakukan Melalui Konsolidasi
Dalam pelaksanaannya, pembangunan jalan inspeksi menghadapi tantangan penyediaan lahan. Umi menjelaskan sebagian besar lahan di bantaran sungai berstatus Sultan Ground, namun terdapat pula bidang tanah dengan status Sertifikat Hak Milik (SHM) maupun Hak Guna Bangunan (HGB).
Karena keterbatasan lahan relokasi, Pemkot Jogja memilih menerapkan skema konsolidasi lahan. Melalui mekanisme tersebut, warga bersedia mengurangi sebagian luas tanahnya untuk pembangunan jalan inspeksi, sementara bangunan dapat dikembangkan secara vertikal.
"Kalau dulu rumahnya satu lantai, setelah ditata bisa menjadi dua lantai sehingga luas bangunannya tetap mendekati semula, meskipun luas tanahnya berkurang untuk jalan inspeksi," jelasnya.
Respons Warga Dinilai Semakin Positif
Umi mengakui proses penataan memerlukan waktu karena harus melalui pembahasan dengan masyarakat yang memiliki status kepemilikan lahan berbeda-beda. Meski demikian, menurutnya, penerimaan warga terhadap program tersebut terus meningkat.
Masyarakat mulai melihat manfaat nyata dari kawasan yang telah ditata, mulai dari lingkungan yang lebih rapi hingga akses yang lebih mudah.
"Sekarang masyarakat lebih mudah diajak berdiskusi karena sudah melihat hasilnya. Lingkungan menjadi lebih tertata dan aksesnya juga jauh lebih baik, meskipun memang belum semua bisa langsung sepakat," ujarnya.
Pemkot Jogja memastikan pembangunan jalan inspeksi akan terus dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh jaringan di bantaran Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong saling terhubung sesuai target pada 2030.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































