Malioboro Dipadati 305 Ribu Wisatawan Saat Libur Sekolah

3 hours ago 2

Malioboro Dipadati 305 Ribu Wisatawan Saat Libur Sekolah

Warga Kota Jogja bersepeda di Jl. Malioboro dalam pelaksanaan uji coba Malioboro full pedestrian pada Senin (1/12/2025). Harian Jogja/Stefani Yulindriani

Harianjogja.com, JOGJA—Kawasan Malioboro kembali dipenuhi wisatawan selama libur sekolah. Dalam kurun 10 hari, mulai 27 Juni hingga 6 Juli 2026, jumlah pengunjung yang tercatat mencapai 305.018 orang, menjadikan kawasan ikonik di Kota Jogja tersebut tetap menjadi magnet utama wisatawan dari berbagai daerah.

Lonjakan pengunjung paling tinggi terjadi saat akhir pekan. Pada periode tersebut, ribuan wisatawan memadati area pedestrian, pusat kuliner, hingga sejumlah titik favorit untuk berfoto di sepanjang kawasan Malioboro.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Jogja, Fitria Dyah Anggraeni, mengatakan angka kunjungan tersebut diperoleh dari penghitungan manual yang dilakukan petugas di berbagai akses masuk kawasan.

"Total angka kunjungan dari 27 Juni sampai 6 Juli mencapai 305.018 orang. Memang per harinya naik turun," ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Data menunjukkan jumlah pengunjung meningkat signifikan saat akhir pekan. Pada Sabtu, 27 Juni, jumlah wisatawan mencapai sekitar 23.000 orang. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar 39.000 orang pada Minggu, 28 Juni.

Tren yang sama kembali terlihat pada akhir pekan berikutnya. Pada Jumat, 3 Juli, jumlah pengunjung mencapai sekitar 30.000 orang. Kemudian meningkat menjadi sekitar 47.000 orang pada Sabtu dan sekitar 38.000 orang pada Minggu.

Sementara itu, pada hari kerja, jumlah wisatawan yang datang ke Malioboro berkisar antara 10.000 hingga 20.000 orang per hari.

"Trennya mulai naik lagi setiap Jumat, kemudian puncaknya Sabtu dan Minggu. Setelah itu Senin turun kembali," katanya.

Fitria menjelaskan penghitungan jumlah wisatawan masih dilakukan secara manual sebagaimana diterapkan saat libur Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru.

Petugas ditempatkan di sejumlah titik akses utama, antara lain di pintu utara, timur, dan barat Malioboro, kawasan di Titik Nol Kilometer sisi timur dan barat, serta beberapa jalur penghubung lainnya.

Meski demikian, jumlah tersebut belum sepenuhnya mencerminkan angka kunjungan sebenarnya. Sebab, masih ada wisatawan yang masuk melalui transportasi umum, ojek daring, maupun akses lain yang belum terpantau petugas.

"Potensi selisihnya bisa sekitar 20-30% karena masih ada pengunjung yang masuk melalui akses yang tidak kami hitung," ujarnya.

Tingginya jumlah wisatawan juga berdampak pada peningkatan aktivitas pengelolaan kawasan, terutama dalam menjaga kebersihan Malioboro yang menjadi salah satu wajah utama pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.

Untuk mengantisipasi penumpukan sampah selama masa liburan, frekuensi penyisiran dan penyapuan kawasan ditingkatkan. Jika pada hari biasa petugas melakukan pembersihan empat hingga lima kali dalam satu shift delapan jam, selama libur sekolah penyisiran dilakukan setiap satu jam.

"Kami rapatkan durasi penyisiran dan penyapuan. Per satu jam dipastikan kawasan kembali bersih," katanya.

Meski pengawasan diperketat, petugas masih menemukan sampah yang ditinggalkan pengunjung, terutama botol minuman dan kemasan makanan plastik di area kursi pedestrian.

Menurut Fitria, kondisi tersebut umumnya terjadi karena pengunjung lupa membawa kembali sampah setelah beristirahat atau selesai berfoto di kawasan Malioboro.

"Sering kali pengunjung meninggalkan botol atau gelas minuman di kursi pedestrian setelah berfoto. Kami beberapa kali harus mengingatkan agar sampah dibawa atau dibuang ke tempat sampah," ujarnya.

Peningkatan jumlah wisatawan juga berdampak pada volume sampah harian. Jika pada hari biasa sampah yang dihasilkan berkisar 1 hingga 2 ton per hari, selama libur sekolah meningkat menjadi sekitar 2,5 hingga 4,5 ton per hari atau bertambah sekitar 1,5 ton setiap hari.

Meskipun volume sampah meningkat, pengelola memastikan kondisi tersebut masih dapat ditangani dengan baik. Hingga saat ini, aktivitas kebersihan di kawasan Malioboro tetap berjalan normal sehingga kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke salah satu destinasi paling ramai di Kota Jogja tersebut tetap terjaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |