Libur MBG Picu Harga Telur dan Ayam di Gunungkidul Turun

5 hours ago 2

Libur MBG Picu Harga Telur dan Ayam di Gunungkidul Turun

Aktivitas jual beli di Pasar Argosari di Kota Wonosari, Selasa (7/7/2026)./Harian Jogja-David Kurniawan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Liburnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah diduga ikut menekan permintaan sejumlah bahan pangan di Gunungkidul. Dampaknya mulai terasa di pasar tradisional, di mana harga beberapa komoditas utama mengalami penurunan dibandingkan saat program tersebut masih berjalan aktif.

Pantauan di sejumlah pasar menunjukkan harga telur, ayam potong, cabai, hingga berbagai jenis sayuran kini bergerak lebih rendah. Kondisi ini memberi keuntungan bagi konsumen, tetapi di sisi lain membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual karena permintaan tidak setinggi sebelumnya.

Pedagang di Pasar Argosari Wonosari, Sumirah, mengatakan penurunan harga terjadi pada beberapa komoditas yang selama ini menjadi kebutuhan utama rumah tangga. Salah satu yang paling terlihat adalah cabai rawit merah.

Menurut dia, harga cabai rawit merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp50.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp37.000 per kilogram. Penurunan serupa juga terjadi pada telur ayam yang saat ini dijual sekitar Rp25.000 per kilogram.

“Untuk sayur-sayuran juga turun,” kata Sumirah, Selasa (7/7/2026).

Meski tidak dapat memastikan penyebab utamanya, ia menduga berkurangnya aktivitas dapur MBG selama masa liburan sekolah ikut memengaruhi permintaan di pasar. Saat kebutuhan berkurang sementara pasokan tetap tersedia, harga pun cenderung menurun.

Ia mencontohkan harga telur yang sebelumnya kerap berada di atas Rp28.000 per kilogram kini harus dijual lebih rendah.

“Biasanya telur di atas Rp28.000 per kilonya. Tapi sekarang saya jual di kisaran Rp25.000. Memang stoknya juga banyak,” ujarnya.

Kondisi serupa dirasakan pedagang ayam potong di Pasar Argosari, Dayat. Ia mengatakan harga ayam yang ketika program MBG berjalan bisa berada di kisaran Rp36.000 hingga Rp40.000 per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp30.000 per kilogram.

Bahkan, menurutnya, sempat ada pedagang yang menjual ayam potong hanya Rp25.000 per kilogram untuk menyesuaikan kondisi pasar.

“Bahkan sempat ada yang jual di Rp25.000 per kilogram,” kata Dayat.

Ia menilai penghentian sementara operasional MBG selama libur sekolah membuat kebutuhan ayam potong menurun. Berkurangnya pembelian dalam jumlah besar akhirnya berdampak pada harga jual di tingkat pasar.

“Memang ada penurunan. Harapan kami bisa lebih stabil dan terpenting tetap terjangkau di masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Ris Heryani, membenarkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir terjadi tren penurunan harga sejumlah kebutuhan pokok.

Menurut dia, kondisi tersebut bertepatan dengan masa libur sekolah ketika program MBG untuk sementara tidak beroperasi.

Ris mencontohkan harga daging ayam yang sebelumnya mampu menembus Rp40.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp30.000 per kilogram. Adapun harga telur yang saat program MBG aktif pernah menyentuh Rp30.000 per kilogram, saat ini berada di kisaran Rp23.000 per kilogram.

“Kalau saat MBG beroperasi, harga telur paling mahal Rp30.000 per kilogram. Tapi sekarang jauh di bawah harga tersebut,” katanya.

Meski demikian, pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan stok pangan di pasar. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gejolak harga maupun gangguan distribusi yang dapat memengaruhi pasokan kebutuhan masyarakat.

Menurut Ris, hasil pemantauan harga dan stok pangan di Gunungkidul akan dilaporkan secara berkala kepada pemerintah pusat melalui Pemerintah Daerah DIY sebagai bagian dari sistem pengawasan distribusi dan stabilitas harga pangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |