Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa. - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN— Lebih dari 40 warga di Toragan, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati mengalami gejala keracunan massal usai menyantap nasi boks dalam sebuah acara. Pemerintah memastikan kondisi korban berangsur membaik, sementara sampel makanan telah dikirim ke laboratorium untuk mengungkap penyebab pasti.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan bahwa penanganan telah dilakukan sejak awal kejadian, termasuk pendirian posko dan pengambilan sampel oleh tim kesehatan.
“Ini tadi infonya ada sekitar 40-an, ini sudah ditangani, juga sudah mendirikan posko. Hari ini Dinas Kesehatan juga sudah mengambil sampel makanan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Ia menegaskan, hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu sehingga penyebab pasti keracunan belum dapat dipastikan.
“Makanannya, tapi terkait lebih lanjut kami belum bisa memberikan karena masih dalam proses pemeriksaan di laboratorium,” imbuhnya.
Meski demikian, kondisi korban dilaporkan terus membaik. Pemantauan dilakukan oleh puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan.
“Progresnya membaik. Mudah-mudahan tidak ada sesuatu yang mengkhawatirkan. Kita juga masih pantau terus,” kata Danang.
Pemerintah juga membuka posko pengaduan di lokasi kejadian untuk mengantisipasi kemungkinan adanya warga lain yang mengalami gejala serupa.
“Kami membuka posko pengaduan. Sewaktu-waktu jika ada warga yang merasakan gejala, langsung kami arahkan ke layanan kesehatan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati, mengungkapkan bahwa sampel makanan yang diuji meliputi ayam panggang serta sambal goreng krecek plus jeroan.
Sampel tersebut diperiksa di Balai Labkesmas Yogyakarta untuk mengetahui sumber kontaminasi. Selain itu, tim medis juga mengambil sampel feses salah satu korban sebagai bagian dari investigasi.
Berdasarkan data sementara, hingga Senin (4/5/2026) sore, tercatat 43 orang mengalami gejala keracunan. Sebagian besar menjalani rawat jalan tanpa ada pasien yang dirawat inap.
Rinciannya, satu orang diperiksa di Puskesmas Mlati II, tujuh orang di RSA UGM, dan 20 orang di posko darurat di Toragan.
Gejala yang dialami korban meliputi sakit perut, mules, diare, pusing, hingga demam.
Peristiwa ini terjadi usai acara pamitan haji yang dihadiri ratusan warga. Dari sekitar 250 undangan, 110 orang hadir langsung di lokasi, sementara puluhan nasi boks lainnya juga dibagikan ke warga, termasuk ke yayasan dan kegiatan masyarakat.
Pemantauan masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi benar-benar terkendali sekaligus menunggu hasil laboratorium sebagai dasar penanganan lanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































