Jemaah haji khusus yang diberangkatkan travel Nur Ramadhan menggunakan syal berwarna kuning mulai memasuki check in Bandara YIA, Selasa (5/5/2026). Harian Jogja - Khairul Ma'arif.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 143 jemaah haji khusus asal DIY diberangkatkan dari Bandara YIA menuju Tanah Suci. Tren haji khusus terus meningkat seiring panjangnya antrean haji reguler.
Travel Nur Ramadhan memberangkatkan 143 jemaah haji khusus dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya melalui Yogyakarta International Airport pada Selasa (5/5/2026). Rombongan ini terlebih dahulu menuju Jakarta sebelum melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
Direktur Operasional Travel Nur Ramadhan, Hamzah Kuwat Prasetya, menyebut minat masyarakat terhadap haji khusus atau ONH Plus terus meningkat dari tahun ke tahun.
Ia menjelaskan, peningkatan tersebut dipengaruhi oleh membaiknya kondisi ekonomi masyarakat serta kesadaran spiritual yang semakin tinggi, ditambah waktu tunggu yang jauh lebih singkat dibandingkan haji reguler.
“Dari segi pendaftar tiap tahun tren haji khusus meningkat karena haji reguler daftar tunggu antreannya semakin panjang sehingga haji khusus menjadi alternatif masyarakat berangkat haji lebih cepat,” kata Hamzah di Bandara YIA.
Ia menambahkan, total jemaah haji khusus yang diberangkatkan Travel Nur Ramadhan tahun ini mencapai 324 orang, dengan 143 jemaah di antaranya berangkat melalui YIA.
“Alhamdulillah pada kesempatan siang hari ini PT Nur Ramadhan Internasional akan memberangkatkan jamaah haji khusus total keseluruhan adalah 324, adapun yang akan berangkat dari Bandara Yogyakarta International Airport adalah 143 jamaah,” ujarnya.
Menurut Hamzah, tren kenaikan jemaah haji khusus di pihaknya mencapai 50 persen hingga 75 persen. Jika sebelum 2025 jumlah pendaftar harian hanya berkisar lima hingga tujuh orang, kini meningkat menjadi minimal 10 orang per hari.
Ia juga menjelaskan, waktu tunggu haji khusus relatif lebih singkat, yakni sekitar lima hingga enam tahun, dibandingkan haji reguler yang bisa mencapai belasan hingga puluhan tahun.
Dari sisi fasilitas, haji khusus menawarkan layanan yang lebih nyaman, seperti akomodasi hotel bintang lima yang dekat dengan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, serta fasilitas VIP di area Mina, Arafah, dan Muzdalifah dengan jarak ke lokasi lempar jumrah kurang dari 400 meter.
“Dari segi fasilitasnya tentu lebih baik atau lebih nyaman dibandingkan dengan haji reguler,” tuturnya.
Selain itu, durasi pelaksanaan ibadah haji khusus di Arab Saudi relatif lebih singkat, yakni sekitar 28 hari. Untuk biaya, Hamzah menyebut berkisar 17.500 dolar AS atau sekitar Rp260 juta, yang dinilai sebanding dengan fasilitas yang diperoleh di tengah kenaikan harga avtur.
Salah satu jemaah, Sovia Rara, mengaku memilih haji khusus karena waktu tunggu yang lebih cepat serta faktor kenyamanan, terutama karena berangkat bersama orang tua.
“Alhamdulillah senang, semoga bisa lancar ibadah hajinya tahun ini. Persiapannya saya kemarin sebelum berangkat rutin jalan kaki jarak 100 meter sampai 500 meter,” ujarnya, menggambarkan kesiapan fisik menjelang keberangkatan haji khusus Yogyakarta 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































