Gempa M5,5 Guncang Laut Maluku, BMKG Pastikan Tidak Memicu Tsunami

6 hours ago 3

Gempa M5,5 Guncang Laut Maluku, BMKG Pastikan Tidak Memicu Tsunami

Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 5,5 yang mengguncang wilayah Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara-Maluku Utara, dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku. Berdasarkan hasil analisis terbaru, gempa tersebut tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan hasil pemutakhiran parameter menunjukkan gempa termasuk kategori gempa bumi dangkal dengan kedalaman 40 kilometer.

"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku dengan kedalaman mencapai 40 kilometer," kata dia di Jakarta, Selasa.

Episenter Berada di Laut Lepas Halmahera Utara

BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 3,21° Lintang Utara dan 127,47° Bujur Timur. Lokasinya berada di laut, sekitar 107 kilometer arah barat laut Pulau Doi, Kabupaten Halmahera Utara.

Dari hasil analisis mekanisme sumber, gempa tersebut memiliki karakteristik pergerakan sesar geser naik atau oblique thrust fault, yang umum terjadi pada zona tumbukan lempeng.

"Hasil analisis lebih lanjut terhadap mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tektonik di Laut Maluku ini memiliki karakteristik pergerakan geser naik atau oblique thrust fault," ujarnya menambahkan.

BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Wijayanto menjelaskan, tim teknis BMKG telah melakukan pemodelan matematis untuk menilai dampak gempa terhadap potensi pembangkitan tsunami.

Hasil pemodelan tersebut memastikan gempa berkekuatan M5,5 tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami sehingga masyarakat di wilayah pesisir diminta tetap tenang.

Guncangan Dirasakan di Naha dan Tobelo

Berdasarkan laporan masyarakat yang dihimpun BMKG, getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan tingkat intensitas yang berbeda.

Di wilayah Naha, guncangan tercatat pada skala II-III Modified Mercalli Intensity (MMI), di mana getaran terasa nyata di dalam rumah dan menyerupai truk yang sedang melintas.

Sementara itu, di Tobelo, gempa dirasakan pada skala II MMI. Pada tingkat ini, hanya sebagian orang yang merasakan getaran dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

Belum Terdeteksi Gempa Susulan

Hingga pukul 14.30 WIB atau 16.30 WIT, hasil pemantauan Direktorat Gempabumi BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Selain itu, warga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat guncangan hingga dipastikan aman untuk digunakan kembali.

BMKG juga meminta masyarakat terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal resmi lembaga tersebut sebagai rujukan utama terkait perkembangan aktivitas kegempaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |