Harianjogja.com, JOGJA—Persik Kediri sukses memetik kemenangan dramatis dengan skor 3-2 saat menghadapi Arema FC di Stadion Gelora Joko Samudro, Minggu (3/5/2026). Meski kalah telak dalam hal penguasaan bola, skuat Macan Putih tampil jauh lebih klinis di depan gawang lawan.
Persik hanya mencatatkan 37% penguasaan bola berbanding 63% milik Arema. Namun, keunggulan efektivitas di babak pertama menjadi pembeda hasil akhir. Tambahan tiga poin ini membuat Persik kini mengoleksi 36 poin di papan tengah klasemen, sekaligus menjadi suntikan moral yang sangat berarti.
Keunggulan Tiga Gol di Babak Pertama
Pertandingan langsung berjalan dengan intensitas tinggi sejak peluit awal. Persik Kediri mengejutkan barisan pertahanan Singo Edan melalui gol cepat Ernesto Gomez pada menit ke-8. Gol tersebut tercipta seusai Gomez berhasil memanfaatkan umpan silang akurat dari Telmo Catanheira.
Arema FC berupaya membalas dengan terus menekan, namun penyelesaian akhir yang buruk membuat peluang mereka terbuang percuma. Sebaliknya, Persik justru memperlebar jarak pada menit ke-28 melalui aksi Telmo Catanheira yang memanfaatkan blunder di lini belakang Arema.
Menjelang jeda antarpeluru, Ernesto Gomez kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-43. Melalui aksi individu yang memukau, ia membawa Persik unggul telak 3-0 hingga turun minum.
Perlawanan Arema dan Drama VAR
Memasuki babak kedua, Arema FC meningkatkan intensitas serangan dan mengurung pertahanan Persik. Penampilan solid penjaga gawang Persik sempat membuat frustrasi barisan penyerang Arema selama hampir sepanjang paruh kedua.
Gol yang dinanti Arema baru tercipta pada menit ke-86 melalui sontekan Dalberto yang memaksimalkan umpan silang. Laga memanas saat memasuki masa injury time. Walisson Maia sempat mencetak gol pada menit ke-90+5. Meski awalnya dianulir, gol tersebut akhirnya disahkan wasit seusai dilakukan tinjauan melalui Video Assistant Referee (VAR).
Pelajaran Efisiensi di Lapangan Hijau
Walaupun terus digempur hingga detik terakhir, Persik mampu mempertahankan keunggulan 3-2 dan mengamankan poin penuh. Hasil ini kian memanaskan persaingan di papan tengah klasemen Liga Indonesia musim ini.
Kemenangan dramatis ini menegaskan bahwa penguasaan bola bukanlah jaminan mutlak untuk memenangkan pertandingan. Persik Kediri membuktikan bahwa penyelesaian akhir yang efektif jauh lebih menentukan daripada sekadar mendominasi jalannya laga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































