Foto ilustrasi hotel. / Freepik
Harianjogja.com, BANTUL — Sektor perhotelan di Kabupaten Bantul mulai menunjukkan geliat positif pada momen libur panjang akhir pekan ini. Tingkat hunian kamar atau okupansi hotel tercatat mengalami peningkatan dibanding periode long weekend sebelumnya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul, Yohanes Hendra, menyebut kenaikan okupansi ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha yang sebelumnya menghadapi tekanan cukup berat.
“Libur panjang kali ini lumayan lebih baik dibanding sebelumnya, meski kondisi belum sepenuhnya pulih,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Okupansi Capai 60 Persen
Berdasarkan koordinasi dengan sejumlah hotel di Bantul, tingkat hunian kamar selama libur panjang mencapai kisaran 60 persen. Angka tersebut dinilai cukup untuk menjaga operasional hotel tetap berjalan.
Beberapa hotel seperti Ros-In Hotel dan Rohan Hotel disebut mencatat okupansi yang relatif stabil selama periode ini.
Meski demikian, pelaku usaha belum berani memasang target tinggi dan masih memilih fokus pada strategi bertahan.
Hendra menjelaskan, kenaikan harga kebutuhan operasional, termasuk energi seperti LPG, menjadi tantangan tersendiri bagi industri perhotelan.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada meningkatnya beban biaya yang harus ditanggung pengelola, di tengah upaya menjaga keberlangsungan bisnis.
“Dengan kenaikan kebutuhan operasional, tentu beban kami juga ikut meningkat,” katanya.
Dampak ke Tenaga Kerja
Situasi yang belum stabil turut berimbas pada tenaga kerja. Sejumlah hotel mulai melakukan penyesuaian jumlah karyawan guna menekan biaya operasional.
Ia mengakui, langkah efisiensi tersebut terpaksa diambil agar usaha tetap berjalan di tengah tekanan yang ada.
PHRI Bantul berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih konkret terhadap sektor perhotelan, salah satunya dengan meninjau kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada kegiatan di hotel.
Menurut Hendra, kegiatan pemerintah yang digelar di hotel dapat membantu menggerakkan roda ekonomi sektor ini.
Parangtritis Tetap Jadi Magnet Wisata
Di sisi lain, kawasan Pantai Parangtritis masih menjadi tujuan utama wisatawan selama libur panjang.
Koordinator TPR Parangtritis, Rokhmad Ridwanto, menyebut jumlah kunjungan menunjukkan tren meningkat.
Pada Jumat tercatat 5.432 wisatawan, Sabtu naik menjadi 6.201 orang, sementara Minggu hingga pukul 11.30 WIB sudah mencapai sekitar 2.300 pengunjung.
Kondisi ini diharapkan mampu terus mendongkrak pemulihan sektor pariwisata dan perhotelan di Bantul dalam beberapa waktu ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































