Tangkapan layar rekaman CCTV yang memperlihatkan dua pencuri saat memanjat pagar sebuah gudang warung makan di kawasan Pasar Plaosan, Kabupaten Magetan, Sabtu (2/5 - 2026). (Istimewa)
Harianjogja.com, MAGETAN — Aksi pencurian minyak goreng di Pasar Plaosan mendadak viral di media sosial setelah terekam kamera pengawas (CCTV). Video yang beredar luas itu memperlihatkan dua pria tak dikenal beraksi pada dini hari dan langsung memicu perhatian publik.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (2/5/2026) sekitar dini hari. Dalam rekaman yang diunggah akun Facebook @magetanviral, kedua pelaku terlihat masuk ke area pasar dengan cara memanjat pagar belakang. Mereka kemudian menuju sebuah gudang milik pedagang dan mulai menjalankan aksinya.
Kapolsek Plaosan, Agus Budi Witarno, mengungkapkan bahwa pelaku diduga sudah merencanakan aksi tersebut. Hal ini terlihat dari cara mereka masuk dengan memanjat pagar dan merusak gembok gudang menggunakan alat tertentu.
“Pelaku masuk dari belakang dengan memanjat pagar, lalu mencongkel gembok untuk mengambil barang di dalam gudang,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Gudang yang menjadi sasaran diketahui milik seorang pedagang bernama Sudarmaji. Dari lokasi tersebut, pelaku berhasil membawa kabur 17 botol minyak goreng merek Fortune ukuran satu liter. Setelah berhasil menggasak barang, kedua pelaku langsung melarikan diri melalui jalur yang sama saat mereka masuk.
Aksi cepat dan terstruktur tersebut memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyoroti keberanian pelaku, sementara lainnya mendesak aparat segera menangkap pelaku karena aksi terjadi di ruang publik yang seharusnya aman.
Menariknya, meski video sudah viral dan identitas pelaku berpotensi terungkap dari rekaman CCTV, hingga kini korban belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Polisi justru mengetahui peristiwa ini dari unggahan media sosial yang beredar luas.
Meski tanpa laporan resmi, pihak kepolisian memastikan tetap melakukan penyelidikan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons terhadap keresahan masyarakat sekaligus menjaga keamanan di lingkungan pasar.
“Kami tetap melakukan penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku,” tegas Agus.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para pedagang untuk meningkatkan keamanan, terutama di area penyimpanan barang. Selain itu, peran masyarakat juga dinilai penting dalam memberikan informasi kepada aparat guna mempercepat pengungkapan kasus.
Polisi mengimbau warga yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor. Dengan kerja sama antara masyarakat dan aparat, diharapkan pelaku dapat segera ditangkap dan kejadian serupa tidak terulang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id


















































