Kantor Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Jl.RP. Soeroso, Menteng, Jakarta. Antara - Muhammad Heriyanto
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Indonesia melalui lembaga investasi Danantara resmi melakukan intervensi strategis ke dalam ekosistem transportasi digital nasional. Fokus utama dari investasi ini bukan sekadar kepemilikan saham di GoTo Group, melainkan mandat langsung untuk merombak kebijakan perusahaan demi meningkatkan kesejahteraan jutaan mitra ojek online (ojol).
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa proses masuknya pemerintah ke GoTo sudah berjalan secara bertahap sejak awal 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan perlindungan nyata bagi para pengemudi ojol sebagai tulang punggung ekonomi digital.
"Buat kita ini yang penting adalah kesejahteraannya ojol. Gimana kita meningkatkan kesejahteraan mereka, mulai dari adanya BPJS Kesehatan hingga BPJS Ketenagakerjaan," tegas Rosan dikutip dari Antara, Selasa (5/5/2026).
Salah satu poin revolusioner dalam keterlibatan Danantara adalah mendorong perubahan model bisnis platform digital. Pemerintah meminta perusahaan untuk menghentikan praktik "burning cash" atau aksi bakar uang dalam jumlah fantastis hanya untuk keperluan pemasaran dan promosi yang dinilai tidak berkelanjutan.
“Tadinya mereka ini saling marketing, bakar uang sampai ratusan juta dolar. Kita ajak bicara, tidak usah saling bakar-bakaran duit lagi. Lebih baik dana tersebut dialokasikan untuk kepentingan mitra ojol,” jelas Rosan. Pergeseran anggaran ini diharapkan mampu meningkatkan nilai Bonus Hari Raya (BHR) bagi para mitra di masa mendatang.
Selain perlindungan sosial dan peningkatan bonus, pemerintah juga tengah menyiapkan kebijakan teknis yang akan memberikan dampak langsung pada pendapatan bersih pengemudi. Salah satunya adalah rencana penerapan batas maksimal potongan aplikasi sebesar 8 persen, turun drastis dari rata-rata potongan saat ini.
Meskipun detail besaran saham belum dirinci secara publik, kehadiran Danantara di GoTo Group dipastikan akan menjadi pengawas bagi keberlangsungan bisnis yang lebih adil. Pemerintah ingin memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya dinikmati oleh korporasi, tetapi juga dirasakan oleh para pekerja di akar rumput melalui jaminan sosial yang lebih mapan.
Langkah investasi ini diprediksi akan mengubah peta persaingan transportasi digital di Indonesia, di mana kualitas layanan dan kesejahteraan mitra akan menjadi indikator utama keberhasilan sebuah platform, menggantikan strategi diskon besar-besaran yang selama ini lazim digunakan.
Hingga saat ini, pemerintah masih terus menggodok langkah-langkah lanjutan terkait kemungkinan kerja sama strategis lainnya di bawah payung Danantara. Segala perkembangan mengenai investasi ini akan diumumkan secara transparan seiring dengan kemajuan proses pembahasan di tingkat eksekutif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































