Jumali Sabtu, 04 Juli 2026 15:27 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—Meta kembali mengguncang dunia teknologi dengan merilis aplikasi terbaru bernama Pocket . Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk membuat aplikasi interaktif dan gim sederhana hanya dengan menggunakan prompt berbasis kecerdasan artifisial (AI). Langkah ini semakin memperkuat posisi Meta di tengah persaingan ketat pengembangan aplikasi berbasis AI.
Menurut laporan TechCrunch, Pocket merupakan hasil akuisisi Meta terhadap tim di balik platform vibe-coded gaming Gizmo pada awal tahun ini. Aplikasi ini hadir sebagai platform kreatif yang memungkinkan pengguna menciptakan berbagai pengalaman interaktif tanpa perlu keahlian pemrograman yang rumit.
Pocket: Platform Kreatif untuk Semua
Pocket dideskripsikan sebagai “platform kreatif untuk membuat dan membagikan gizmo” — istilah Meta untuk pengalaman interaktif yang dibuat oleh pengguna. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan feed yang dapat digulir, sehingga pengguna bisa mencoba berbagai gizmo yang dibuat oleh pengguna lain. Pendekatan ini mirip dengan konsep komunitas kreatif di platform seperti Roblox atau TikTok, di mana pengguna dapat berkontribusi dan menikmati konten dari sesama pengguna.
Reverse engineer sekaligus pengamat fitur dan aplikasi baru, Alessandro Paluzzi, pertama kali menemukan peluncuran Pocket pada Kamis dan membagikan tangkapan layar halaman Google Play aplikasi tersebut di platform X. Berdasarkan data dari penyedia intelijen aplikasi Appfigures, Pocket sebenarnya telah dirilis di App Store dan Google Play sejak 29 Juni 2026, meskipun Meta belum mengumumkannya secara resmi.
Peluncuran Terbatas dan Kurangnya Informasi Resmi
Meski telah tercantum secara publik di toko aplikasi, Pocket belum tersedia di Amerika Serikat pada beberapa model ponsel yang terhubung ke akun Google, menurut laporan Engadget. Selain itu, halaman bantuan di situs Meta juga menyebutkan bahwa “aplikasi Pocket belum tersedia di semua wilayah.” Hal ini mengindikasikan bahwa Meta masih berada dalam tahap awal uji coba, dengan fokus pada wilayah tertentu sebelum peluncuran global.
Hingga kini, Meta belum memberikan pengumuman resmi mengenai peluncuran aplikasi tersebut maupun wilayah yang menjadi lokasi uji cobanya. Langkah ini mirip dengan strategi Meta dalam menguji aplikasi baru secara bertahap sebelum dirilis secara luas.
Meta Semakin Serius di Ranah AI
Peluncuran Pocket memperkuat komitmen Meta dalam mengintegrasikan AI ke dalam berbagai produknya. Sebelumnya, Meta telah menghadirkan fitur pembuatan gambar AI melalui aplikasi Meta AI serta pembuatan video AI lewat aplikasi Vibes. Perusahaan juga terus menambahkan berbagai fitur AI ke platform media sosialnya dan ke aplikasi penyunting video untuk kreator, Edits.
Dengan Pocket, Meta membuka peluang bagi pengguna awam untuk menjadi kreator digital tanpa harus menguasai bahasa pemrograman. Ini adalah langkah strategis untuk mendemokratisasi pembuatan aplikasi dan gim, sekaligus memperluas ekosistem AI Meta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































