Banjir Bandang Nepal-China: 633 Tewas, 2.980 Masih Hilang

6 hours ago 5

Newswire

Newswire Minggu, 30 Agustus 2026 06:37 WIB

 633 Tewas, 2.980 Masih Hilang

Salah satu wilayah Nepal yang diterjang banjir bandang. ANTARA/Anadolu/py.\r\n

Harianjogja.com, ISTANBUL—Banjir bandang dan tanah longsor dahsyat yang melanda Nepal dan China menewaskan 633 orang. Data terbaru otoritas dan media setempat, Sabtu, juga mencatat hampir 3.000 orang masih dinyatakan hilang.

Di Nepal, jumlah korban meninggal dunia mencapai 626 orang, sedangkan 2.426 orang lainnya belum diketahui keberadaannya. Kathmandu Post mengutip data Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana Nepal (National Disaster Risk Reduction and Management Authority/NDRRMA Nepal).

Tim pencari masih menyisir wilayah terdampak dan terus menemukan jenazah yang terbawa arus sungai yang meluap deras.

Nepal Jadi Wilayah Paling Terdampak

Chitwan dan Nawalparasi East termasuk wilayah Nepal yang mengalami dampak paling parah. Puluhan korban lainnya ditemukan di Gorkha, Dhading, dan Nuwakot setelah Sungai Bhotekoshi dan Trishuli meluap.

Kedua sungai tersebut merupakan aliran utama yang berhulu di kawasan Himalaya. Jenazah bahkan ditemukan hingga mencapai wilayah perbatasan Nepal dengan India.

Sejumlah besar warga negara asing masih termasuk dalam daftar orang yang belum diketahui keberadaannya. India menyebut 320 warganya masih hilang di Nepal sehingga menjadi kelompok warga negara asing terbesar yang diketahui belum ditemukan.

"Sejauh menyangkut jumlah orang yang tidak dapat kami hubungi atau yang hilang, angkanya saat ini adalah 320," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal dalam konferensi pers, Jumat (28/8), menurut pernyataan kementerian tersebut di media sosial X.

Jaiswal juga mengatakan sekitar 100 orang keturunan India yang kemungkinan memiliki kewarganegaraan lain masih belum dapat dihubungi.

Di sisi lain, puluhan warga India telah berhasil diselamatkan. Sebanyak 63 orang di antaranya bekerja di proyek pembangkit listrik tenaga air Trishuli-1.

Ratusan Orang Masih Hilang di China

Bencana serupa juga melanda China. Menurut kantor berita Xinhua, tujuh orang tewas dan 554 lainnya masih hilang.

Jumlah orang yang belum ditemukan masih berpotensi berubah. Tim pencarian dan penyelamatan terus menemukan orang-orang yang sebelumnya tidak dapat dihubungi akibat gangguan komunikasi setelah banjir bandang merusak infrastruktur kelistrikan.

Di Nepal, otoritas mencatat 2.301 orang telah diselamatkan atau mendapatkan perawatan akibat cedera. Sebagian besar korban selamat berada di Distrik Nuwakot dan Rasuwa.

Data kepolisian juga menunjukkan 27 petugas masih belum dapat dihubungi. Sebanyak 4.811 personel telah dikerahkan di berbagai wilayah terdampak untuk menangani upaya pemulihan.

Nepal Izinkan Tim Penyelamat Internasional

Pemerintah Nepal telah menyetujui masuknya tim pencarian dan penyelamatan internasional. Langkah tersebut berkaitan dengan besarnya jumlah korban yang masih hilang, termasuk warga negara asing.

"Kami mendapat tekanan besar dari komunitas internasional untuk mengizinkan setidaknya tim pencarian dan penyelamatan serta sejumlah ahli karena warga negara mereka juga hilang dalam banjir," kata seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya kepada Kathmandu Post.

Besarnya dampak bencana juga terlihat dari sektor pembangkit listrik tenaga air. Asosiasi Produsen Listrik Independen melaporkan 934 orang yang terkait dengan 11 lokasi pembangkit listrik tenaga air yang terdampak banjir di Nepal belum diketahui keberadaannya, menurut laporan Xinhua.

Sementara itu, Palang Merah Internasional memperkirakan sekitar 93.000 orang mungkin terdampak bencana tersebut. Penilaian masih berlangsung, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

"Perkiraan saat ini menunjukkan sekitar 93.000 orang mungkin terdampak, sementara penilaian masih berlangsung di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau," menurut Palang Merah Internasional.

Data Korban Masih Berpotensi Bertambah

Jumlah korban tewas maupun orang yang hilang diperkirakan masih akan berubah. Tim penyelamat terus berupaya mencapai wilayah yang terisolasi, sementara otoritas secara bertahap memulihkan jaringan komunikasi yang terganggu akibat banjir.

Kondisi tersebut membuat proses pendataan korban masih berlangsung bersamaan dengan pencarian dan penyelamatan di berbagai wilayah terdampak Nepal dan China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |