Investor Mengantre, Pemerintah Siapkan Perluasan KEK Kendal-Batang

3 hours ago 1

Newswire

Newswire Minggu, 30 Agustus 2026 10:27 WIB

Investor Mengantre, Pemerintah Siapkan Perluasan KEK Kendal-Batang

Foto ilustrasi industri sepatu. - Foto dibuat oleh AI/Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Minat investor terhadap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) masih tinggi. Pemerintah bahkan menyebut investor sudah mengantre untuk masuk ke dua kawasan tersebut setelah tingkat pemanfaatan lahannya mencapai 100 persen.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan kondisi itu mendorong pemerintah menyiapkan perluasan dan pengembangan KEK Kendal serta KITB. Namun, proses perluasan tersebut masih harus melalui tahapan yang diperlukan.

“Itu potensi investor yang masih akan datang (ke dalam dua KEK) itu luar biasa. Lahan sudah 100 persen terpakai, jadi sudah utilized semuanya. Kami mengajukan perluasan dan pengembangan dan masih perlu proses, tapi investornya sudah mengantre,” ujar Susiwijono dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Manufaktur Jadi Penopang Ekonomi Jawa Tengah

Susiwijono menilai tingginya minat investasi di KEK Kendal dan KITB menunjukkan besarnya potensi investasi di Jawa Tengah, khususnya sektor industri manufaktur.

Sektor industri manufaktur atau pengolahan tercatat memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Jawa Tengah, yakni mencapai 33,18 persen. Kondisi tersebut membuat pengembangan investasi dan industri pengolahan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada semester I 2026, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,80 persen secara comulative to comulative (c-to-c).

“Yang lainnya sebenarnya kalau kita lihat beberapa komposisi dari pengembangan di Jawa Tengah ini, potensi investasi masih akan sangat besar,” katanya.

Besarnya peluang tersebut juga tercermin dari realisasi investasi Jawa Tengah pada semester I 2026 yang mencapai Rp48,54 triliun. Angka itu setara dengan 48,99 persen dari target investasi Jawa Tengah sepanjang 2026 sebesar Rp99,09 triliun.

Realisasi investasi tersebut berasal dari dua sumber, yakni penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp25,92 triliun atau 53,40 persen dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp22,62 triliun atau 46,60 persen.

Kendal dan Batang Masuk Lima Besar Investasi

Kabupaten Kendal dan Kabupaten Batang termasuk wilayah dengan realisasi investasi terbesar di Jawa Tengah pada semester I 2026.

Berikut lima wilayah dengan realisasi investasi terbesar di Jawa Tengah:

  • Kota Semarang: Rp6,57 triliun
  • Kabupaten Kendal: Rp6,56 triliun
  • Kabupaten Batang: Rp6,11 triliun
  • Kabupaten Temanggung: Rp4,58 triliun
  • Kabupaten Demak: Rp3,34 triliun

Susiwijono memandang Jawa Tengah memiliki prospek investasi yang kuat karena perkembangan kawasan industri berjalan beriringan dengan besarnya kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian daerah.

Selain manufaktur, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi fisik juga menjadi salah satu penopang penting. Kontribusi PMTB terhadap perekonomian Jawa Tengah mencapai 31,52 persen, lebih tinggi dibandingkan kontribusi PMTB secara nasional sebesar 29,36 persen.

Kepastian Perizinan Tetap Jadi Perhatian

Di tengah tingginya minat investasi, pemerintah tetap melihat kepastian perizinan sebagai salah satu faktor yang perlu diperhatikan agar minat investor dapat dipertahankan.

Susiwijono mengatakan persoalan yang dihadapi investor tidak hanya berkaitan dengan perizinan. Tantangan juga dapat muncul dalam tahap operasional investasi.

“Problem (investor) itu tidak se-ideal itu (bukan hanya masalah perizinan saja), sehingga kita desain kebijakannya di awal dulu. Di dalam operasionalnya, itu selalu banyak tantangan dan kendala di sana,” tambahnya.

Untuk menghadapi berbagai kendala tersebut, pemerintah pusat membuka ruang konsultasi bagi pemerintah daerah maupun investor yang mengalami persoalan dalam proses investasi.

Langkah tersebut diperlukan karena kewenangan terkait regulator, kebijakan, dan program investasi berada pada pemerintah pusat. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat memperoleh dukungan ketika menghadapi persoalan dalam upaya menarik investasi ke daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |