Video Rebecca Klopper di Toilet Tuai Kritik, Begini Klarifikasinya

8 hours ago 6

Jumali

Jumali Senin, 29 Juni 2026 16:37 WIB

Video Rebecca Klopper di Toilet Tuai Kritik, Begini Klarifikasinya

Rebecca Klopper /Instagram: rklopperr

Harianjogja.com, JOGJA—Nama Rebecca Klopper kembali menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan dirinya berjoget bersama seorang rekannya di dalam toilet umum viral di media sosial. Video berdurasi singkat tersebut memicu berbagai reaksi dari warganet, mulai dari kritik hingga perdebatan mengenai etika pembuatan konten di ruang publik.

Dalam video yang beredar, Rebecca tampak menari di salah satu area toilet umum sambil direkam menggunakan ponsel. Rekaman itu kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memancing komentar dari pengguna internet yang menilai lokasi tersebut kurang tepat digunakan sebagai tempat membuat konten hiburan.

Sejumlah warganet menilai fasilitas umum seharusnya digunakan sesuai fungsinya dan tidak dijadikan lokasi pembuatan konten yang berpotensi mengganggu kenyamanan pengguna lain. Kritik tersebut terus bergulir seiring meningkatnya penyebaran video di media sosial.

Menanggapi polemik yang berkembang, Rebecca Klopper akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui unggahan Instagram Stories. Ia mengakui tindakannya tidak tepat dan berjanji tidak akan mengulangi hal serupa di kemudian hari.

"Maaf ya, maaf banget. First timer (nge-dance di toilet), janji enggak lagi-lagi. Love you," tulis Rebecca dalam unggahannya.

Tak hanya meminta maaf, Rebecca juga memberikan penjelasan terkait situasi saat video tersebut direkam. Menurutnya, toilet dalam kondisi kosong ketika proses perekaman dimulai.

"Enggak membenarkan ini (toilet umum) kosong pas aku mulai rekam. Pas ada orang masuk langsung matiin," tulisnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud mengganggu pengguna fasilitas umum lainnya. Rebecca juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama rekannya telah meminta maaf secara langsung kepada orang yang masuk ke area toilet saat proses pembuatan video berlangsung.

"Kita juga minta maaf langsung sama orangnya in person sebelum keluar toilet. Sekali lagi maaf ya teman-teman," lanjutnya.

Meski klarifikasi telah disampaikan, perdebatan di media sosial masih terus berlangsung. Sebagian warganet mengapresiasi sikap Rebecca yang mengakui kesalahan dan meminta maaf secara terbuka. Namun, tidak sedikit pula yang menilai peristiwa tersebut seharusnya menjadi pelajaran bagi para kreator konten agar lebih bijak dalam memilih lokasi pembuatan video.

Fenomena ini kembali memunculkan diskusi mengenai batasan penggunaan ruang publik untuk kebutuhan konten digital. Di tengah maraknya tren media sosial, berbagai lokasi kerap dijadikan latar pembuatan konten demi menarik perhatian publik. Namun, aspek kenyamanan pengguna lain serta fungsi utama fasilitas publik tetap menjadi hal yang perlu dipertimbangkan.

Kasus yang melibatkan Rebecca Klopper ini menjadi pengingat bahwa konten yang dibuat untuk hiburan tetap harus memperhatikan etika dan kepentingan orang lain. Di era digital saat ini, sebuah video berdurasi beberapa detik dapat dengan cepat menyebar luas dan memunculkan berbagai respons dari masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |