Upaya Pelestarian Ikan Sungai Bantul Terus Berlanjut

4 hours ago 1

Upaya Pelestarian Ikan Sungai Bantul Terus Berlanjut

Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Hery Sidik)

Harianjogja.com, BANTUL— Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terus memperkuat upaya konservasi sumber daya ikan lokal dengan melakukan penebaran benih di berbagai aliran sungai. Tahun ini, program tersebut menargetkan belasan ribu bibit ikan lokal untuk dilepas di perairan umum daratan guna menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mencegah penurunan populasi ikan.

Pengawas Perikanan DKP Bantul, Irawan Waluyo Jati, menjelaskan bahwa kegiatan tebar benih ikan merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Program ini bersumber dari dua skema pendanaan, yakni anggaran internal DKP serta dukungan pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Bantul.

“Jadi sumbernya ada dua, dari kami langsung dan juga dari teman-teman DPRD Bantul,” ujarnya, Jumat (19/8/2026).

Irawan menerangkan, pada tahun ini kegiatan yang bersumber dari pokir DPRD telah direalisasikan di dua kapanewon, yakni Kasihan dan Pandak. Di wilayah tersebut terdapat tiga titik penebaran, masing-masing dua titik di Kasihan dan satu titik di Pandak, yang seluruhnya telah selesai dilaksanakan.

Total bibit yang ditebar dari program pokir tersebut mencapai sekitar 9.000 ekor ikan, dengan jenis utama nilem dan tawes yang dikenal sebagai ikan lokal bernilai ekologis dan ekonomis bagi masyarakat perairan darat.

Penentuan lokasi penebaran benih dari skema pokir, menurut Irawan, sepenuhnya merupakan hasil usulan anggota DPRD Bantul. Meski demikian, DKP tetap melakukan evaluasi teknis untuk memastikan lokasi yang dipilih memenuhi kriteria konservasi.

“Jika tidak sesuai, kami akan mengupayakan lokasi lain yang lebih tepat,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejumlah kriteria yang menjadi pertimbangan antara lain kondisi populasi ikan yang menurun, status wilayah sebagai suaka perikanan atau kawasan konservasi, serta adanya partisipasi masyarakat dalam pengawasan dan pelestarian.

Selain dari pokir DPRD, DKP Bantul juga menyiapkan lebih dari 9.000 bibit ikan tambahan yang akan ditebar di lokasi lain pada tahun ini. Dengan demikian, total benih yang dilepas di berbagai perairan umum mencapai jumlah yang lebih besar sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem sungai.

Kepala DKP Bantul, Istriyani, menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan populasi ikan lokal, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan darat.

Menurutnya, keberadaan ikan lokal sangat penting karena berperan dalam menjaga rantai makanan di sungai serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui potensi perikanan tangkap berkelanjutan.

“Program tebar benih ikan ini merupakan bagian dari upaya konservasi sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Kami berharap benih yang ditebar dapat tumbuh dan berkembang secara alami sehingga populasi ikan tetap terjaga dan bisa dimanfaatkan masyarakat secara bijak,” kata Istriyani.

Ia juga menekankan bahwa ancaman terhadap ikan lokal semakin meningkat, mulai dari keberadaan ikan predator hingga praktik penangkapan yang tidak ramah lingkungan. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar hasil program ini dapat memberikan dampak jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |