Harianjogja.com, JOGJA—Skotlandia memiliki peluang besar mengakhiri penantian panjang dalam sejarah Piala Dunia saat menghadapi Maroko pada laga kedua Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion Gillette, Boston, Sabtu (20/6/2026) pukul 05.00 WIB. Satu poin saja sudah cukup untuk membawa The Tartan Army selangkah lebih dekat menuju babak 32 besar, sesuatu yang belum pernah mereka capai sepanjang sejarah keikutsertaan di turnamen ini.
Sejak memainkan pertandingan internasional pertama pada 1872, Skotlandia belum pernah berhasil melewati fase grup Piala Dunia. Kini, setelah 154 tahun perjalanan sepak bola mereka, kesempatan itu berada tepat di depan mata.
Kemenangan yang Membuka Harapan
Optimisme Skotlandia muncul setelah kemenangan 1-0 atas Haiti pada laga pembuka. Gol tunggal John McGinn tidak hanya memberikan tiga poin penting, tetapi juga mengakhiri penantian 36 tahun tanpa kemenangan di Piala Dunia.
Meski demikian, performa tim asuhan Steve Clarke masih menyisakan sejumlah catatan. Menghadapi Haiti yang berada jauh di bawah mereka dalam peringkat dunia, Skotlandia justru kalah dalam penguasaan bola dan beberapa kali berada di bawah tekanan.
Pertahanan yang disiplin menjadi penyelamat. Grant Hanley melakukan blok krusial di garis gawang, sementara sejumlah peluang Haiti gagal berbuah gol. Situasi tersebut membuat Clarke menyadari timnya harus tampil lebih baik saat menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi seperti Maroko.
"Ini adalah tantangan besar bagi kami. Kami memperkirakan Maroko akan lebih banyak menguasai bola. Yang penting adalah kami mampu menjadi ancaman ketika mendapatkan kesempatan menyerang," ujar Clarke dikutip dari laman FIFA.
Perubahan Strategi Disiapkan
Untuk menghadapi Maroko, Clarke diperkirakan melakukan sejumlah penyesuaian taktik. Formasi 4-4-2 yang digunakan saat melawan Haiti berpeluang diubah menjadi 4-2-3-1 atau bahkan 3-5-2 guna memperkuat lini tengah.
Ryan Christie diprediksi masuk sebagai starter untuk membantu penguasaan bola sekaligus memberikan energi tambahan dalam fase transisi. Kehadiran gelandang tambahan dianggap penting untuk meredam dominasi lini tengah Maroko.
Di lini depan, Che Adams kemungkinan dipercaya sebagai penyerang utama. Sementara Lawrence Shankland yang kurang maksimal pada laga pertama berpeluang memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Maroko Datang dengan Ambisi Besar
Di sisi lain, Maroko datang ke Boston dengan status sebagai salah satu tim unggulan di Grup C. Tim berjuluk Atlas Lions itu saat ini menempati peringkat keenam dunia dan masih membawa reputasi sebagai semifinalis Piala Dunia 2022.
Pada pertandingan pembuka, Maroko berhasil menahan Brasil 1-1. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa mereka tetap menjadi salah satu tim paling kompetitif di turnamen ini.
Ismael Saibari mencetak gol pembuka sebelum Vinicius Junior menyamakan kedudukan bagi Brasil. Namun yang paling mengesankan adalah keberanian Maroko memainkan sepak bola menyerang dan tidak sekadar bertahan menghadapi lima kali juara dunia tersebut.
Gelandang Azzedine Ounahi menegaskan bahwa satu poin melawan Brasil belum cukup memuaskan. Maroko tetap memburu kemenangan demi memperbesar peluang lolos sebagai juara grup.
"Satu poin dari Brasil tidak membuat kami puas. Kami ingin terus berkembang dan memenangkan pertandingan berikutnya," ujar Ounahi.
Pertarungan Kualitas dan Mentalitas
Lini tengah diperkirakan menjadi arena pertempuran utama. Maroko memiliki trio Ounahi, Neil El Aynaoui, dan Ayyoub Bouaddi yang dikenal kuat dalam distribusi bola serta menjaga tempo permainan.
Dukungan dari Achraf Hakimi di sisi kanan serta kreativitas Brahim Diaz memberi variasi serangan yang sulit dihentikan. Sementara Skotlandia akan mengandalkan pengalaman John McGinn, Scott McTominay, dan Andrew Robertson untuk menjaga keseimbangan permainan.
Secara kualitas individu, Maroko memang lebih diunggulkan. Namun Skotlandia memiliki keuntungan psikologis karena telah mengantongi tiga poin dan tidak berada dalam tekanan sebesar lawannya.
Prediksi Susunan Pemain
Skotlandia (4-2-3-1): Angus Gunn; Aaron Hickey, Jack Hendry, Grant Hanley, Andrew Robertson; Ryan Christie, Lewis Ferguson; Ben Doak, John McGinn, Scott McTominay; Che Adams.
Maroko (4-3-3): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Issa Diop, Chadi Riad, Noussair Mazraoui; Ayyoub Bouaddi, Neil El Aynaoui, Azzedine Ounahi; Brahim Diaz, Ismael Saibari, Bilal El Khannouss.
Rekor Pertemuan dan Prediksi Laga
Kedua tim baru sekali bertemu di Piala Dunia, tepatnya pada edisi 1998 di Prancis. Saat itu Maroko menang telak 3-0 atas Skotlandia.
Meski catatan sejarah berpihak kepada Atlas Lions, kondisi saat ini menghadirkan cerita berbeda. Skotlandia memiliki motivasi besar untuk mencatat sejarah baru, sedangkan Maroko bertekad membuktikan bahwa kesuksesan mereka di Qatar 2022 bukan sekadar kejutan sesaat.
Pertandingan diprediksi berlangsung ketat. Maroko kemungkinan lebih dominan dalam penguasaan bola, sementara Skotlandia akan mengandalkan organisasi pertahanan dan serangan balik cepat.
Hasil imbang tampaknya menjadi skenario yang paling realistis. Satu poin akan sangat berharga bagi Skotlandia dalam upaya mengamankan tiket ke babak 32 besar, sementara Maroko tetap berada dalam posisi kuat untuk melanjutkan langkah mereka di turnamen.
Prediksi skor: Skotlandia 1-1 Maroko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
















































