Risiko Tinggi, BPJamsostek Sleman Genjot Perlindungan Ojek Online

7 hours ago 2

Risiko Tinggi, BPJamsostek Sleman Genjot Perlindungan Ojek Online

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman, Sony Eka Santana dorong mitra ojek online menjadi peserta BPJamsostek. Ist

Harianjogja.com, SLEMAN — Tingginya risiko kerja yang dihadapi pengemudi ojek online mendorong BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman untuk terus memperluas kepesertaan jaminan sosial di sektor informal. Para pengemudi dinilai rentan terhadap berbagai risiko, mulai dari kecelakaan kerja hingga tekanan sosial akibat ketidakpastian jam kerja.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman, Sony Eka Santana, menegaskan bahwa perlindungan bagi mitra transportasi online merupakan bagian penting dari upaya negara dalam menjamin kesejahteraan seluruh pekerja, termasuk yang berada di sektor informal.

“Para mitra trans online ini mempunyai risiko yang tinggi ketika mereka menjalankan pekerjaannya. Namun dengan iuran yang sangat terjangkau, jika risiko itu menimpa mereka maka perlindungan atau manfaatnya sangat besar dan dibutuhkan,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, karakter pekerjaan pengemudi ojek online yang tidak mengenal batas waktu membuat mereka lebih rentan terhadap kecelakaan. Aktivitas dari pagi hingga malam hari, ditambah kondisi jalan yang dinamis seperti kemacetan dan cuaca buruk, meningkatkan potensi risiko di lapangan.

Sebagai bentuk perlindungan, BPJS Ketenagakerjaan menyediakan sejumlah program yang dapat diakses pekerja informal. Program tersebut meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), hingga Jaminan Pensiun (JP).

Melalui skema tersebut, peserta yang mengalami kecelakaan kerja akan mendapatkan biaya perawatan medis secara penuh sesuai kebutuhan. Bahkan, jika terjadi kecelakaan fatal yang menyebabkan meninggal dunia, ahli waris berhak menerima santunan serta manfaat tambahan.

Tidak hanya itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan beasiswa pendidikan bagi anak peserta yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. Program ini diharapkan mampu memberikan perlindungan jangka panjang bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dalam upaya memperluas cakupan perlindungan, BPJS Ketenagakerjaan Sleman aktif menggandeng komunitas dan perkumpulan mitra transportasi online. Kolaborasi ini menjadi strategi untuk meningkatkan kesadaran pekerja terhadap pentingnya jaminan sosial.

“Kami bekerja sama dengan berbagai komunitas mitra transportasi online sebagai langkah nyata untuk memperluas perlindungan. Harapannya, semakin banyak pekerja yang sadar akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,” kata Sony.

Dengan meningkatnya kepesertaan, diharapkan para pengemudi ojek online tidak hanya terlindungi saat bekerja, tetapi juga memiliki jaring pengaman finansial ketika menghadapi risiko di masa depan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem kerja yang lebih aman dan berkelanjutan di sektor transportasi informal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |