Pria Asal Boyolali Meninggal Jatuh dari Motor di Flyover Manahan Solo

6 hours ago 2

Pria Asal Boyolali Meninggal Jatuh dari Motor di Flyover Manahan Solo

Petugas mengevakuasi pria paruh baya yang terjatuh dari sepeda motor di flyover Manahan Solo, Senin (1/6/2026). (Istimewa/ Polresta Solo)

Harianjogja.com, SOLO — Peristiwa tragis terjadi di kawasan flyover Manahan, Banjarsari, Solo, Senin (1/6/2026) sore. Seorang pria lanjut usia asal Boyolali meninggal dunia setelah tiba-tiba terjatuh dari sepeda motor yang ditumpanginya.

Korban diketahui berinisial M, 66, warga Boyolali. Ia sebelumnya beraktivitas di Kota Solo bersama rekannya, S, 62, yang juga berasal dari daerah yang sama. Keduanya sempat berbelanja dan berkeliling di kawasan Pasar Gede sebelum memutuskan pulang.

Kasubnit Gakkum 2 Satlantas Polresta Solo, Ipda Yuli Nurus Yani, menjelaskan bahwa perjalanan pulang sempat diwarnai kebingungan arah. Mereka bahkan sempat bertanya kepada warga terkait rute menuju Boyolali.

“Korban dan rekannya sempat bertanya arah, lalu diarahkan melewati flyover Manahan,” ujarnya.

Namun nahas, saat perjalanan berlangsung dan sepeda motor melintas di depan SMPN 1 Solo menuju flyover Manahan, korban yang duduk sebagai penumpang tiba-tiba terjatuh sekitar pukul 15.15 WIB.

Yang mengejutkan, pengendara motor sempat tidak menyadari bahwa korban telah jatuh dari boncengan. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan pertama.

Menurut keterangan petugas, saat ditemukan, korban masih sempat sadar. Namun tak lama kemudian kondisinya menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia meski telah mendapatkan penanganan.

“Korban menggunakan helm dan tidak ditemukan tanda-tanda luka akibat benturan,” jelas Ipda Yuli.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr Moewardi Solo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil awal, tidak ditemukan indikasi kecelakaan fatal, sehingga kuat dugaan korban meninggal akibat kelelahan atau kondisi kesehatan yang menurun.

Faktor usia serta riwayat penyakit disebut menjadi kemungkinan penyebab korban kehilangan kesadaran hingga terjatuh dari kendaraan.

Polisi juga memastikan bahwa korban dan pengendara hanya memiliki hubungan pertemanan, bukan keluarga. Pihak keluarga korban pun telah menerima kejadian ini sebagai musibah.

“Jenazah sudah dipulangkan ke rumah duka setelah pemeriksaan di rumah sakit,” tambahnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi fisik yang lelah atau kurang fit. Terlebih bagi pengendara maupun penumpang dengan usia lanjut yang lebih rentan terhadap gangguan kesehatan mendadak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk beristirahat jika lelah. Jangan memaksakan perjalanan karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.

Kejadian ini sekaligus menegaskan bahwa faktor kesehatan menjadi aspek penting dalam keselamatan berlalu lintas, selain kondisi kendaraan dan kepatuhan terhadap aturan jalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : espos.id

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |