
Kawasan Wisata Gardu Pandang Merapi - Antara
Harianjogja.com, KLATEN — Popularitas objek wisata Kalitalang di lereng Gunung Merapi kian meroket sepanjang 2026. Destinasi yang berada di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten ini tidak hanya menjadi tujuan rekreasi, tetapi juga lokasi favorit untuk latihan trekking sebelum mendaki gunung yang lebih tinggi.
Lonjakan kunjungan wisatawan terlihat signifikan, terutama saat akhir pekan dan libur panjang. Bahkan dalam satu hari, jumlah pengunjung pernah menembus angka 2.500 orang—melampaui jumlah penduduk Desa Balerante itu sendiri.
Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Balerante, Jainu, mengungkapkan bahwa tren kenaikan wisatawan terjadi sejak awal tahun dan terus menunjukkan peningkatan hingga pertengahan 2026.
“Jumlah kunjungan meningkat luar biasa. Saat libur panjang, sehari bisa mencapai 2.500 orang,” ujarnya.
Daya tarik utama Kalitalang bukan hanya panorama alam lereng Merapi, tetapi juga jalur trekking yang menantang namun tetap ramah bagi pemula. Banyak pengunjung, khususnya mahasiswa dari wilayah Jogja dan sekitarnya, datang berulang kali untuk berlatih fisik.
Menurut Jainu, Kalitalang kerap dijadikan lokasi pemanasan sebelum melakukan pendakian ke gunung dengan tingkat kesulitan lebih tinggi.
“Banyak yang datang untuk latihan. Mereka lari, trekking, sebagai persiapan sebelum naik gunung yang lebih tinggi. Jalur di sini cocok untuk itu,” jelasnya, Selasa (2/6/2026)
Saat ini, jalur trekking yang tersedia memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer dengan empat pos pemberhentian. Sepanjang perjalanan, wisatawan disuguhi pemandangan hutan, tebing, serta lanskap khas pegunungan Merapi.
Menariknya, titik akhir jalur trekking berada di luar radius bahaya erupsi, sehingga relatif aman untuk aktivitas wisata. Namun, pengelola tetap berupaya meningkatkan kenyamanan dan keamanan dengan mengajukan pengembangan jalur baru guna menghindari penumpukan pengunjung.
Selain itu, waktu terbaik untuk menikmati panorama Merapi adalah pagi hari, terutama sebelum pukul 09.00 WIB. Pada waktu tersebut, peluang melihat puncak Merapi tanpa tertutup kabut jauh lebih besar.
“Kalau datang pagi, kemungkinan dapat view puncak Merapi sangat bagus,” kata Jainu.
Pengembangan fasilitas juga terus dilakukan. Mulai dari pagar pengaman tebing, area parkir, penambahan toilet, hingga penerangan jalan kini sudah tersedia. Gerbang masuk kawasan wisata juga telah dibangun sebagai penanda resmi destinasi.
Pengembangan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada dan PT Astra Honda Motor melalui program CSR.
Tak hanya mengandalkan keindahan alam, Kalitalang juga menggerakkan ekonomi lokal. Sedikitnya enam kios UMKM menyediakan berbagai kuliner bagi wisatawan. Untuk rombongan besar, tersedia pendopo Pawon Wana Merapi yang menyajikan menu tradisional khas setempat.
Berdasarkan data Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Kalitalang menjadi destinasi dengan jumlah kunjungan tertinggi dibandingkan titik wisata lain di kawasan tersebut. Hingga April 2026, total kunjungan ke Kalitalang mencapai 34.085 orang dari total 96.683 kunjungan di seluruh kawasan TNGM.
Dengan tren yang terus meningkat, Kalitalang semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di sekitar Jogja, terutama bagi pecinta aktivitas outdoor dan pendaki pemula.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































