4 Infeksi Jantung pada Anak, TBC hingga Radang Katup Wajib Diwaspadai

3 hours ago 2

Harianjogja.com, JAKARTA—Infeksi jantung pada anak menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius dari orang tua. Kondisi ini tidak hanya dapat mengganggu fungsi jantung, tetapi juga berisiko menimbulkan komplikasi pada organ lain apabila tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini.

Dokter spesialis anak konsultan kardiologi, dr. Sarah Rafika Nursyirwan, Sp.A, Subsp. Kardio (K), mengungkapkan terdapat empat jenis infeksi jantung pada anak yang paling sering menjadi perhatian medis, yakni perikarditis, miokarditis, endokarditis infektif, serta demam reumatik akut atau penyakit jantung reumatik.

"Jadi, ada namanya pericarditis, miokarditis, endokarditis, demam reumatik akut atau Rheumatic Heart Disease (penyakit jantung reumatik)," kata Sarah dalam webinar bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Selasa (2/6/2026).

Sarah menjelaskan jantung terdiri atas tiga lapisan utama, yaitu lapisan luar (perikardium), lapisan otot jantung (miokardium), dan lapisan terdalam yang mencakup katup jantung (endokardium). Ketika salah satu bagian tersebut mengalami infeksi atau peradangan, fungsi jantung dapat terganggu.

"Misalnya, di katup jantung terdapat infeksi, mengalami kerusakan, akan mengganggu darah dari atrium kiri mau ke bilik kiri, dia akan bocor balik ke atrium kiri. Kalau dia tertahan di paru-paru, bisa mengalami anaknya gejala sesak," jelasnya.

Perikarditis, Infeksi yang Kerap Berkaitan dengan TBC

Perikarditis merupakan peradangan pada lapisan terluar jantung atau perikardium. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya cairan yang berisi sel-sel peradangan dan menumpuk di ruang perikardium.

Apabila cairan tersebut terus bertambah, kemampuan jantung memompa darah ke seluruh tubuh dapat terganggu.

Menurut Sarah, secara global perikarditis lebih sering dipicu infeksi virus. Namun, di Indonesia penyebab yang perlu diwaspadai adalah tuberkulosis (TBC).

"Paling sering kalau di global penyebabnya virus, bisa karena bakteri juga itu selaput perikardium bisa meradang, tapi di Indonesia kita harus waspada, paling sering karena tuberkulosis," katanya.

Selain infeksi, peradangan perikardium juga dapat terjadi pada anak yang memiliki penyakit autoimun seperti lupus.

Miokarditis Ganggu Fungsi Pompa Jantung

Jenis infeksi jantung pada anak berikutnya adalah miokarditis, yaitu peradangan yang menyerang otot jantung atau miokardium. Karena otot jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh, gangguan pada bagian ini dapat berdampak langsung pada kinerja jantung.

"Tentunya otot jantung ini fungsinya adalah peranan utama untuk memompa darah ke seluruh tubuh, bila mengalami peradangan akan menurun fungsinya, sehingga fungsi pompa jantung akan terganggu," ujar Sarah.

Endokarditis Bisa Berawal dari Infeksi Gigi

Endokarditis infektif terjadi ketika lapisan terdalam jantung atau katup jantung mengalami infeksi. Pada kondisi tertentu, dapat terbentuk vegetasi, yaitu kumpulan kuman, sel radang, sel darah, dan bekuan darah yang menempel pada katup jantung.

Vegetasi tersebut dapat menghambat kerja katup jantung sehingga aliran darah menjadi tidak normal. Akibatnya, anak dapat mengalami sesak napas hingga pembengkakan.

Sarah menjelaskan vegetasi juga berpotensi terlepas dan terbawa aliran darah ke berbagai organ tubuh.

"Vegetasi seperti gumpalan yang isinya kuman dan sel darah dan sel radang tadi juga bisa lepas mengikuti aliran darah, tergantung dia berada di mana. Bila di sisi kiri jantung dia akan bisa ke otak, ginjal, tangan, kaki, nanti akan bermanifestasi sebagai gejala klinis yang kita temui pada anak," katanya.

"Di katup sebelah kanan, kalau vegetasi itu lepas, dia akan masuk ke paru-paru, gejalanya sesak tiba-tiba, saturasinya rendah," lanjutnya.

Anak yang memiliki penyakit jantung bawaan diketahui lebih berisiko mengalami endokarditis infektif. Selain itu, infeksi pada bagian tubuh lain, termasuk infeksi gigi yang tidak ditangani dengan baik, juga dapat memicu masuknya kuman ke aliran darah hingga akhirnya menempel pada katup jantung.

Penyakit Jantung Reumatik Masih Banyak Ditemukan

Berbeda dengan tiga jenis infeksi sebelumnya, demam reumatik akut dan penyakit jantung reumatik tidak terjadi karena kuman langsung menyerang jantung. Kondisi ini muncul akibat respons imun tubuh setelah infeksi bakteri streptococcus, terutama pada amandel atau tenggorokan yang tidak ditangani hingga tuntas.

Dalam kondisi tersebut, antibodi yang dibentuk tubuh justru menyerang katup jantung sehingga menimbulkan kerusakan.

"Kasus ini pada anak masih cukup sering kita temukan karena Indonesia juga masih sifatnya endemis ya untuk anak-anak dengan demam reumatik akut maupun penyakit jantung reumatik," kata Sarah.

Karena itu, orang tua perlu mewaspadai berbagai gejala yang mengarah pada infeksi jantung pada anak, termasuk sesak napas, mudah lelah, pembengkakan, maupun riwayat infeksi yang tidak tertangani dengan baik. Penanganan dini menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan jantung yang lebih berat dan komplikasi pada organ tubuh lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |