
Seorang pengendara motor sedang melintas jalan depan Gunung Api Purba, Kalurahan Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul. - Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai mematangkan pengembangan sports tourism sebagai strategi memperkuat sektor pariwisata. Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul kini menyiapkan kajian untuk memetakan potensi wilayah sekaligus merancang agenda olahraga yang mampu menjadi daya tarik wisata baru.
Langkah tersebut menjadi tindak lanjut setelah suksesnya penyelenggaraan senam kreasi Penthul Tembem yang memecahkan rekor MURI dalam rangkaian Geopark Night Specta (GNS). Pemerintah daerah menilai keberhasilan itu membuka peluang menghadirkan lebih banyak event olahraga yang berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi masyarakat.
Rekor Senam Penthul Tembem Jadi Momentum
Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan penyelenggaraan senam kreasi Penthul Tembem bukan sekadar bagian dari agenda Geopark Night Specta.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi contoh pengembangan sports tourism yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi penyelenggaraan.
Hary menjelaskan senam kreasi Penthul Tembem memiliki keunikan karena memadukan unsur olahraga dengan budaya lokal. Selain itu, topeng yang digunakan peserta merupakan hasil karya perajin dari Padukuhan Bobung, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk.
“Sesuai dengan arahan dari Ibu Bupati, maka even sports tourism harus dikembangkan akan makin menarik minat wisatawan berkunjung ke Gunungkidul,” katanya, Ahad (12/7/2026).
Potensi Sports Tourism Dipetakan
Menurut Hary, Gunungkidul memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata olahraga di berbagai kawasan, mulai wilayah utara, tengah, hingga kawasan pesisir di selatan.
Karena itu, pihaknya akan melakukan kajian untuk menentukan jenis event yang sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah sehingga mampu menjadi identitas baru pariwisata Gunungkidul.
“Harus ikonik dan menunjukan ciri khas Gunungkidul. Ini sedang dicari dan dipetakan. Yang jelas, kami siap mengembangkan even-even sports tourism dengan mengacu potensi yang dimiliki,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan pariwisata ke depan tidak cukup hanya mengandalkan panorama alam. Wisatawan juga perlu disuguhkan pengalaman yang melibatkan partisipasi langsung melalui berbagai kegiatan, termasuk olahraga.
“Potensinya akan terus digali agar wisata di Gunungkidul bisa terus dikembangkan,” katanya.
Pariwisata Gunungkidul Terus Bertumbuh
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan sektor pariwisata di daerahnya menunjukkan perkembangan yang positif. Tingginya jumlah kunjungan wisatawan membuat target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata telah tercapai meski tahun anggaran baru memasuki pertengahan tahun.
Menurut Endah, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus mengoptimalkan berbagai potensi daerah agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan senam kreasi Penthul Tembem yang memecahkan rekor MURI menjadi bukti bahwa event olahraga dapat menjadi strategi baru dalam memperkuat daya saing destinasi wisata Gunungkidul.
“Senam kreasi Penthul Tembem menjadi strategi nyata pengembangan sports tourism di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































