Filter Udara Kotor hingga Ban Kurang Angin, Jad Biang Motor Boros

2 hours ago 1

Jumali

Jumali Minggu, 12 Juli 2026 23:27 WIB

Filter Udara Kotor hingga Ban Kurang Angin, Jad Biang Motor Boros

Ilustrasi motor matik/Bisnis Indonesia-Rahmatullah

Harianjogja.com, JOGJA—Motor boros bensin adalah kondisi ketika sepeda motor membutuhkan bahan bakar lebih banyak dari biasanya untuk menempuh jarak yang sama. Hal ini menyebabkan pengeluaran bahan bakar meningkat karena bensin lebih cepat habis meskipun jarak perjalanan tidak berubah. Banyak pengendara yang mengeluhkan hal ini, tetapi tidak semua mengetahui akar permasalahannya.

Berikut adalah 9 penyebab utama motor boros bensin yang sering terjadi dan sering kali diabaikan dikutip dari Astra Honda:

Pertama, gaya berkendara agresif. Sering berakselerasi secara tiba-tiba, mengerem mendadak, atau melaju dengan putaran mesin tinggi membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Kebiasaan ini membuat mesin bekerja ekstra keras sehingga bensin terkuras lebih cepat.

Kedua, tekanan ban kurang. Ban yang kurang angin menambah hambatan saat motor melaju sehingga mesin bekerja lebih keras dan membutuhkan lebih banyak bensin. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu memeriksa tekanan ban secara rutin, setidaknya seminggu sekali.

Ketiga, filter udara kotor. Filter udara yang dipenuhi debu menghambat aliran udara ke ruang bakar. Akibatnya, proses pembakaran menjadi kurang optimal dan konsumsi bahan bakar meningkat. Filter udara sebaiknya dibersihkan atau diganti sesuai jadwal yang dianjurkan pabrikan.

Keempat, busi sudah aus. Busi yang sudah aus atau kotor menghasilkan percikan api yang kurang maksimal, sehingga pembakaran bahan bakar tidak sempurna dan mesin menjadi lebih boros. Penggantian busi secara berkala sangat disarankan untuk menjaga efisiensi bahan bakar.

Kelima, tekanan ban berlebih atau beban berlebihan. Membawa muatan yang terlalu berat membuat mesin bekerja lebih keras. Selain itu, kondisi ban yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan juga dapat memengaruhi efisiensi bahan bakar.

Keenam, injektor atau karburator bermasalah. Pada motor injeksi, injektor yang kotor dapat mengganggu penyemprotan bahan bakar. Sementara pada motor karburator, setelan yang tidak tepat dapat membuat campuran bensin dan udara menjadi terlalu kaya, sehingga bensin terbuang percuma. Masalah ini biasanya memerlukan penanganan di bengkel resmi atau bengkel spesialis injeksi.

Ketujuh, oli mesin sudah menurun kualitasnya. Oli yang sudah lama tidak diganti atau tidak sesuai spesifikasi meningkatkan gesekan antar komponen mesin sehingga konsumsi bensin menjadi lebih tinggi. Oli mesin yang berkualitas dan diganti tepat waktu akan menjaga mesin tetap prima dan efisien.

Kedelapan, servis motor terlambat. Motor yang jarang diservis dapat mengalami berbagai masalah, seperti celah klep yang berubah, throttle body kotor, atau komponen pengapian yang menurun performanya, sehingga efisiensi bahan bakar ikut berkurang. Servis rutin setiap 4.000 kilometer atau sesuai jadwal pabrikan sangat penting untuk menjaga performa motor.

Kesembilan, kebocoran pada sistem bahan bakar. Selang, tangki, atau sambungan sistem bahan bakar yang bocor dapat menyebabkan bensin terbuang. Jika tercium bau bensin yang menyengat atau terlihat tetesan bahan bakar, segera lakukan pemeriksaan di bengkel untuk mencegah pemborosan dan risiko kebakaran. Dengan mengetahui dan mengatasi 9 penyebab ini, Anda bisa menghemat pengeluaran bensin dan menjaga motor tetap dalam kondisi optimal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |