38 Jembatan di Gunungkidul Rusak, Pemkab Lakukan Perbaikan Bertahap

3 hours ago 1

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kondisi infrastruktur jembatan di Kabupaten Gunungkidul mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan kualitas. Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) mencatat sebanyak 38 jembatan mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

Meski demikian, pemerintah daerah memastikan kondisi tersebut belum mengganggu fungsi utama jembatan. Seluruh jembatan yang mengalami penurunan kualitas masih dapat dilalui masyarakat dengan aman.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana, menjelaskan bahwa dari total ratusan jembatan yang ada, sebanyak 96 jembatan masih dalam kondisi baik.

"Skala penilaian jembatan adalah 1-5. Untuk skala lima rubuh total dan empat rusak berat, tapi di Gunungkidul tidak ada yang dalam kondisi ini. Adanya di skala 1-3 dengan jumlah 38 jembatan," kata Wadiyana, Minggu (10/5/2026).

Kerusakan Belum Kritis, Tapi Harus Diantisipasi

Wadiyana menegaskan, meskipun belum masuk kategori rusak berat, sejumlah jembatan mulai menunjukkan penurunan kondisi struktur. Hal ini menjadi perhatian serius agar tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih parah.

"Masih aman dilalui, tapi memang dari kondisi mulai ada penurunan, meski belum sampai di tingkat yang rusak berat," katanya.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pun terus melakukan pemeliharaan rutin sebagai langkah preventif. Pada tahun 2026, anggaran sebesar Rp1,5 miliar telah disiapkan untuk mendukung perbaikan jalan dan jembatan di berbagai wilayah.

Jembatan Jonge Jadi Prioritas Perbaikan

Salah satu proyek yang saat ini tengah dikerjakan adalah rehabilitasi Jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu. Jembatan ini dinilai strategis karena menjadi akses utama menuju kawasan wisata populer di Gunungkidul.

"Salah satu contoh perbaikan jembatan dilakukan di Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu," ujar Wadiyana.

Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, menambahkan bahwa perbaikan Jembatan Jonge menjadi prioritas karena mendukung mobilitas warga sekaligus sektor pariwisata.

Jembatan tersebut menjadi jalur penting menuju destinasi seperti Telaga Jonge dan Cave Tubing Kali Suci yang kerap dikunjungi wisatawan.

Target Rampung Juni 2026, Lebar Jembatan Ditambah

Proyek rehabilitasi Jembatan Jonge ditargetkan selesai pada Juni 2026 dengan total anggaran sekitar Rp180 juta. Selain mengganti struktur lama yang sudah menua, pemerintah juga melakukan peningkatan kapasitas jembatan.

"Struktur jembatan sudah tua, makanya diganti dengan yang baru. Selain itu, kami juga menambah lebar jembatan dari empat meter menjadi lima meter," katanya.

Saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 55 persen. Tahapan pekerjaan sudah memasuki pemasangan rangka untuk proses pengecoran.

"Ini sudah mulai dipasang rangka untuk pengecoran jembatan. Nantinya juga akan diaspal, tapi menunggu pengecoran selesai terlebih dahulu," katanya.

Infrastruktur Dijaga untuk Mobilitas dan Wisata

Perbaikan jembatan di Gunungkidul menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki potensi wisata tinggi.

Dengan langkah pemeliharaan rutin dan perbaikan bertahap, pemerintah berharap kondisi infrastruktur tetap optimal dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dari sektor pariwisata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |