Derbi DIY Terwujud, Hasto Minta Suporter PSIM-PSS Tahan Emosi

1 hour ago 1

Derbi DIY Terwujud, Hasto Minta Suporter PSIM-PSS Tahan Emosi

Logo BRI Super League. - Ist

Harianjogja.com, JOGJA—Atmosfer panas dipastikan menyelimuti sepak bola Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada musim 2026/2027. Derbi klasik antara PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman kembali tersaji di kasta tertinggi kompetisi nasional. Namun di balik antusiasme tersebut, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mengingatkan pentingnya menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Menurut Hasto, rivalitas dalam sepak bola seharusnya menjadi hiburan, bukan pemicu konflik antarsuporter. Ia menegaskan tidak ada manfaat dari bentrokan yang justru merugikan semua pihak, termasuk klub dan citra sepak bola DIY.

“Harapan saya ayolah suporter mencontoh yang ramah-ramah itu. Tidak ada positifnya ketika kita itu ada konflik dan ada bentrok, sama sekali nggak ada untungnya,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Momen Bersejarah, Derbi Kembali di Kasta Tertinggi

Pertemuan PSIM dan PSS musim depan menjadi momen yang telah lama dinantikan. Kembalinya duel ini terjadi setelah PSS Sleman sukses promosi ke kasta tertinggi usai finis sebagai runner-up Championship 2025/2026.

Derbi DIY bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan simbol rivalitas panjang dua tim dengan basis suporter besar. Tak heran jika laga ini diprediksi menyedot perhatian nasional.

Hasto mengaku memiliki pengalaman berbeda saat mendampingi PSIM bertandang ke markas Malut United di Maluku Utara. Ia melihat suasana stadion yang lebih santai dan ramah keluarga, tanpa mengurangi semangat dukungan.

“Orang tuh nonton happy, senang, ajak anak kecil, ngajak ibu hamil. Fanatismenya ada, tapi terkalahkan dengan rasa kemanusiaannya. Kita dari Jogja juga disambut baik sekali di sana,” katanya.

Menurutnya, atmosfer seperti itu seharusnya bisa diterapkan di DIY, sehingga pertandingan sepak bola menjadi ruang hiburan yang aman untuk semua kalangan.

Pengamanan Jadi Prioritas Utama

Selain soal perilaku suporter, aspek keamanan juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hasto mengungkapkan telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengantisipasi potensi gangguan saat derbi berlangsung.

“Kalau sama-sama Liga 1, kita harus siaga satu. Keamanannya jadi perhatian utama,” tegasnya.

Langkah ini dinilai penting mengingat tingginya tensi pertandingan yang melibatkan dua tim dengan rivalitas kuat.

Derbi DIY Tambah Daya Tarik Liga

Di sisi lain, pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul Van Gastel menyambut positif kembalinya derbi DIY. Ia menilai laga ini akan menjadi salah satu pertandingan paling menarik di musim 2026/2027.

Derbi PSIM kontra PSS tidak hanya menghadirkan persaingan sengit di lapangan, tetapi juga meningkatkan daya tarik kompetisi secara keseluruhan.

Kembalinya derbi DIY menjadi momentum penting untuk membangun budaya sepak bola yang lebih dewasa. Rivalitas tetap bisa berjalan panas di lapangan, namun harus tetap dibingkai dengan sportivitas dan saling menghormati.

Jika hal ini terwujud, DIY tidak hanya dikenal sebagai daerah dengan basis suporter fanatik, tetapi juga sebagai contoh bagaimana rivalitas sepak bola bisa berjalan sehat dan berkelas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |