Presiden FFF Kecam Chilavert Usai Sebut Prancis Tim Afrika

10 hours ago 2

Jumali

Jumali Senin, 06 Juli 2026 14:27 WIB

Presiden FFF Kecam Chilavert Usai Sebut Prancis Tim Afrika

Pertandingan antara Prancis vs Paraguai/Instagram: equipedefrance


Harianjogja.com, JOGJA— Federasi Sepak Bola Prancis (French Football Federation/FFF) mengecam keras pernyataan mantan kiper legendaris Paraguay, Jose Luis Chilavert, yang menyebut Timnas Prancis sebagai “skuad dari Afrika” menjelang pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026. Komentar tersebut dinilai bernada rasis dan mencederai nilai keberagaman yang selama ini menjadi bagian dari sepak bola modern.

Presiden FFF, Philippe Diallo, menegaskan bahwa sepak bola dibangun di atas prinsip saling menghormati, persaudaraan, dan penerimaan terhadap keberagaman. Karena itu, ia menilai pernyataan Chilavert tidak dapat dibenarkan.

Kontroversi bermula ketika Chilavert mengunggah tangkapan layar berisi komentar yang dikaitkan dengan mantan penyerang Prancis, Christophe Dugarry, terkait peluang Paraguay menghadapi Prancis di babak gugur. Dalam unggahan tersebut, Chilavert menyebut Paraguay bukan menghadapi tim Prancis, melainkan tim dari Afrika.

Pernyataan itu segera memicu reaksi keras dari publik maupun otoritas sepak bola Prancis. Diallo mengaku kecewa dengan sikap mantan penjaga gawang yang pernah menjadi salah satu ikon sepak bola Amerika Selatan tersebut.

“Saya mengecam dengan sekeras-kerasnya pernyataan rasis José Luis Chilavert terhadap tim nasional Prancis yang merusak nilai-nilai saling menghormati, persaudaraan, dan keberagaman dalam sepak bola,” kata Diallo seperti dikutip dari The Guardian.

Ia juga menyayangkan perubahan sikap sosok yang dahulu dikenal luas karena prestasinya di lapangan hijau.

“Jika dahulu ia dikenal sebagai penjaga gawang hebat, kini ia telah jatuh ke dalam kehinaan,” lanjutnya.

Timnas Prancis selama ini dikenal sebagai salah satu tim nasional dengan latar belakang pemain yang beragam. Sejumlah pemain bintangnya lahir dari keluarga imigran yang berasal dari berbagai negara, termasuk kawasan Afrika. New York Times menyatakan, keberagaman tersebut telah menjadi bagian dari identitas Les Bleus selama beberapa dekade.

Nama-nama seperti Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele merupakan contoh pemain yang memiliki akar keluarga dari Afrika dan menjadi bagian penting dalam kesuksesan tim nasional Prancis di berbagai turnamen internasional.

Komentar Chilavert juga menghidupkan kembali memori pertemuan Paraguay dan Prancis di 1998 FIFA World Cup. Saat itu, Dugarry menjadi bagian skuad Prancis yang menyingkirkan Paraguay dengan skor 1-0 pada babak 16 besar sebelum akhirnya keluar sebagai juara dunia.

Menariknya, sejarah kembali berulang di 2026 FIFA World Cup. Prancis kembali mengalahkan Paraguay dengan skor identik 1-0 untuk memastikan tiket ke perempat final. Gol tunggal kemenangan Les Bleus dicetak oleh Mbappe melalui eksekusi penalti pada menit ke-70.

Kemenangan tersebut memastikan langkah Prancis terus berlanjut dalam perburuan gelar juara dunia. Namun, di luar hasil pertandingan, kontroversi yang dipicu pernyataan Chilavert menjadi sorotan karena kembali memunculkan perdebatan mengenai identitas, keberagaman, dan diskriminasi dalam dunia sepak bola.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |