
Logo HUT Ke-81 RI dipilih melalui pemungutan suara publik yang diikuti 68.569 peserta. Desain karya Fajar Novario menjadi pemenang. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menyatakan logo Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia dipilih melalui mekanisme pemungutan suara terbuka sebagai bentuk penghormatan terhadap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat partisipasi publik dalam peringatan kemerdekaan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan hasil pemungutan suara tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan ruang bagi masyarakat untuk menentukan identitas visual peringatan kemerdekaan.
"Hasil tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghargai pilihan publik. Dengan demikian, logo peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan hanya menjadi milik pemerintah, tetapi juga menjadi milik seluruh rakyat Indonesia," kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Senin.
Menurut Qodari, logo yang ditetapkan merupakan hasil pilihan masyarakat secara kolektif, bukan semata-mata keputusan pemerintah.
Diikuti Lebih dari 68 Ribu Pemilih
Pemungutan suara berlangsung pada 24-28 Juni 2026 dan diikuti masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia serta diaspora Indonesia.
Secara keseluruhan, sebanyak 68.569 suara masuk untuk memilih satu dari lima desain logo yang menjadi kandidat peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia.
Dari proses tersebut, karya desainer asal Padang, Sumatera Barat, Fajar Novario, terpilih sebagai pemenang setelah meraih 30.699 suara atau 44,73 persen dari total suara yang masuk.
Pertama Kali Pemerintah Gunakan Voting Terbuka
Qodari menyebut pelibatan masyarakat melalui mekanisme pemungutan suara terbuka dalam penentuan logo HUT RI merupakan yang pertama kali dilakukan pemerintah.
"Logo yang terpilih merepresentasikan nilai kebersamaan, persatuan, dan harapan masyarakat akan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, sejalan dengan tema besar peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tahun ini," kata Qodari.
Menurutnya, pemerintah berharap mekanisme tersebut dapat menjadi tradisi baru yang lebih partisipatif, inklusif, dan kolaboratif dalam penyelenggaraan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Diharapkan Jadi Tradisi Baru
Pemerintah juga mengajak masyarakat ikut menyemarakkan seluruh rangkaian peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia.
Qodari menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pemungutan suara. Ia berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam proses tersebut dapat terus terjaga selama rangkaian peringatan kemerdekaan berlangsung.
Menurutnya, peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia harus menjadi momentum untuk mempererat persatuan, memperkuat optimisme, serta mendorong kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam membangun Indonesia ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































