
Presiden Prabowo Subianto. - ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk melaksanakan implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas antara Indonesia dan Singapura. Penugasan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kesepakatan yang dicapai kedua negara dalam Pertemuan Tahunan Pemimpin Singapura-Indonesia atau Leaders’ Retreat.
Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan keterangan bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.
"Indonesia telah menunjuk BPI Danantara untuk implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas. Juga untuk kegiatan-kegiatan di bidang perdagangan selanjutnya," kata Presiden Prabowo.
Target Perdagangan Listrik Capai 3,4 Gigawatt pada 2035
Penunjukan BPI Danantara dilakukan untuk mendukung pelaksanaan proyek perdagangan listrik komersial lintas batas yang ditargetkan memiliki kapasitas 3,4 gigawatt atau lebih pada 2035.
Proyek tersebut diharapkan dapat mendorong investasi kedua negara sekaligus mengoptimalkan potensi pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.
Rencana perdagangan listrik lintas batas itu sebelumnya telah diumumkan dalam pertemuan Leaders’ Retreat yang berlangsung pada tahun lalu.
Leaders' Retreat Hasilkan 26 Kesepakatan
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo mengungkapkan pertemuan bilateral Indonesia dan Singapura menghasilkan 26 kesepakatan atau nota kesepahaman (MoU).
Dari jumlah tersebut, 18 merupakan kesepakatan antarpemerintah, sedangkan delapan lainnya merupakan kesepakatan antarbisnis.
Kerja Sama Meluas ke Ekonomi Digital hingga Pendidikan
Selain sektor energi, kedua negara juga menyepakati penguatan kerja sama di berbagai bidang lain, meliputi ekonomi digital, ekosistem digital, keamanan siber, pangan, rantai pasok, keamanan, konektivitas, pariwisata, pendidikan, hingga kepemudaan.
Menurut Prabowo, berbagai kesepakatan tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi kedua negara sekaligus berkontribusi terhadap kawasan.
"Kerja sama yang baik ini akan menguntungkan tidak hanya rakyat Indonesia dan rakyat Singapura, tapi akan menyumbang stabilitas, pertumbuhan, dan kemakmuran di seluruh Asia Tenggara," ujar Prabowo Subianto.
Bahas Isu Bilateral hingga Regional
Sebelum penyampaian pernyataan bersama, Presiden Prabowo menerima kunjungan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, dalam rangka Pertemuan Tahunan Pemimpin Singapura-Indonesia (Leaders’ Retreat).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis, mulai dari kerja sama di bidang ekonomi, energi, dan pendidikan hingga sejumlah isu regional maupun global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































