Pos Polisi Nampu Saradan Jadi Nostalgia Warganet, Kisah Lama Viral

8 hours ago 5

Pos Polisi Nampu Saradan Jadi Nostalgia Warganet, Kisah Lama Viral

Video Pos Polisi Nampu Saradan viral di media sosial. Warganet membagikan kenangan melintasi jalur lama Madiun–Nganjuk sebelum era jalan tol. /Facebook.

Harianjogja.com, MADIUN—Unggahan video mengenai bangunan Pos Polisi Nampu di kawasan Saradan, Kabupaten Madiun, memantik nostalgia sekaligus perbincangan di media sosial. Sejumlah warganet membagikan pengalaman mereka saat melintasi jalur Madiun–Nganjuk pada masa sebelum beroperasinya jalan tol, termasuk cerita mengenai razia kendaraan yang pernah mereka alami.

Perbincangan itu muncul setelah akun Facebook Gmap Kenangan mengunggah video singkat yang menampilkan kondisi pos polisi tersebut. Kolom komentar kemudian dipenuhi beragam pengalaman pribadi dari pengguna jalan yang mengaku pernah melintas di kawasan hutan jati Saradan, jalur yang dahulu dikenal sebagai salah satu ruas utama penghubung Madiun dan Nganjuk.

Selain dikenal memiliki medan jalan yang panjang dan dikelilingi hutan jati, kawasan Saradan juga menyimpan banyak cerita dari para sopir angkutan maupun pengendara kendaraan pribadi. Beberapa komentar bahkan mengaitkan lokasi tersebut dengan pengalaman diperiksa petugas di masa lalu.

Salah satu komentar datang dari akun Facebook bernama Hanang Armstrong yang menulis:

"Pos polisi paling angker sejawa timur..hantunya sering tiba tiba muncul Dari balik pohon jati."

Ungkapan tersebut merupakan bentuk satire yang menggambarkan pengalaman pribadi penulis komentar. Istilah "hantu" digunakan secara kiasan dan bukan dalam arti sebenarnya.

Komentar lain disampaikan akun Anto Juli yang menulis singkat:

"Sarang penyamun."

Komentar tersebut juga merupakan opini pribadi warganet yang muncul dalam diskusi di media sosial dan tidak dapat dipastikan sebagai gambaran kondisi saat ini.

Cerita yang lebih panjang dibagikan akun Bramantyo. Ia mengaku pernah dihentikan setelah menyalip truk yang berjalan lambat di sekitar kawasan tersebut.

"Pernah nyalip truck bermuatan yg berjalan pelan di sekitaran situ.... Jalanan sepi.. Lalu disetop di depan pos itu, kami jalan terus aja.. Lalu dikejar naik motor..."

Pengalaman serupa juga diceritakan sejumlah pengguna Facebook lainnya. Mereka mengenang marka jalan yang membentang di kawasan hutan Saradan sebagai titik yang sering menjadi perhatian pengendara karena banyak kendaraan berat melintas dengan kecepatan rendah.

Meski demikian, seluruh cerita yang beredar di kolom komentar merupakan pengalaman pribadi para pengguna media sosial yang belum dapat diverifikasi secara independen. Tidak ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait berbagai pengalaman yang dibagikan para warganet tersebut.

Seiring beroperasinya jalan tol yang menghubungkan sejumlah wilayah di Jawa Timur, arus kendaraan di jalur lama Saradan berkurang cukup signifikan. Kondisi tersebut membuat kawasan yang dahulu ramai dilintasi kendaraan antarkota kini tidak lagi sepadat sebelumnya.

Dalam foto yang beredar, bangunan Pos Polisi Nampu Saradan juga tampak sudah tidak difungsikan sebagaimana dahulu. Sejumlah warganet berharap berbagai cerita yang mereka kenang hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan di jalur lama Madiun–Nganjuk, sementara pelayanan kepolisian saat ini terus mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan kepercayaan publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |