Selawat Kebangsaan di Bantul Kampanyekan Anti Pinjol Ilegal dan Judol

4 hours ago 1

Selawat Kebangsaan di Bantul Kampanyekan Anti Pinjol Ilegal dan Judol

Sesi jumpa pers salawat kebangsaan, Sabtu (27/6). /Harian Jogja-Kiki Luqman.

Harianjogja.com, BANTUL—Upaya mengedukasi masyarakat mengenai bahaya pinjol dan judol terus dilakukan melalui berbagai pendekatan. Salah satunya diwujudkan lewat Pengajian dan Selawat Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang akan digelar di Lapangan Trirenggo, Bantul, pada Minggu (28/6/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan dua pendakwah asal Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni Gus Miftah dan Gus Yusuf Macul Langit. Pengajian ini merupakan kolaborasi Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Bantul bersama Malahayati Consultant.

Selain menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan, kegiatan tersebut juga diarahkan sebagai media edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami dampak buruk pinjaman online (pinjol), judi online (judol), serta berbagai bentuk investasi ilegal.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Bantul, Adi Susanto, mengatakan maraknya masyarakat yang terjerat pinjol maupun kecanduan judol menjadi alasan utama penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, persoalan itu kini tidak hanya dialami kalangan dewasa, tetapi juga mulai menyasar generasi muda.

"Belakangan ini sering kita temui fenomena anak muda maupun dewasa mengakhiri hidupnya karena terlilit pinjol dan ketergantungan judol. Berangkat dari keprihatinan itu kami berinisiatif menggelar pengajian ini," ujarnya, Sabtu (27/6/2026).

Adi menjelaskan organisasinya ingin mengambil peran melalui pendekatan sosial sekaligus keagamaan. Ia berharap tausiyah dan lantunan selawat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut mampu membangun kesadaran masyarakat agar tidak mudah tergiur praktik keuangan ilegal maupun perjudian berbasis daring.

Menurutnya, dakwah dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mengingatkan masyarakat mengenai besarnya dampak negatif pinjol dan judol terhadap kondisi ekonomi maupun keharmonisan keluarga.

"Kami ingin melakukan kegiatan sosial yang tujuannya untuk menyelamatkan masyarakat dari judol dan pinjol. Alhamdulillah niat baik kami disambut oleh Malahayati, sebuah lembaga yang membantu masyarakat terbebas dari dua hal tersebut," katanya.

Kolaborasi tersebut mendapat dukungan penuh dari Malahayati Consultant. Pimpinan Cabang Malahayati DIY, Windy TW, mengatakan pihaknya memiliki visi yang sama dalam mengedukasi masyarakat agar semakin waspada terhadap berbagai bentuk layanan keuangan ilegal.

Menurut Windy, persoalan pinjaman online dan judi online kini telah berkembang menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi keluarga sehingga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk melakukan pencegahan.

"Kenapa kami mau bekerja sama dan mendukung penuh? Karena memang kami ingin memberantas yang namanya hama fintech. Apalagi di DIY ini saya lihat kasusnya banyak sekali," ujarnya.

Windy berharap pengajian yang dikemas melalui pendekatan budaya dan keagamaan tersebut mampu menarik minat masyarakat, terutama kalangan muda yang dinilai menjadi kelompok paling rentan terhadap tawaran pinjaman online maupun perjudian digital.

Ia menilai penyampaian pesan moral melalui kegiatan semacam ini dapat menjadi pengingat bahwa masa depan generasi muda tidak boleh rusak akibat keputusan finansial yang keliru maupun ketergantungan terhadap judi online.

"Kami tidak mau generasi bangsa ini dirusak cuma gara-gara pinjol, judol, ataupun investasi ilegal. Mudah-mudahan melalui acara ini ada pesan moral yang bisa kita pahami untuk masa depan yang lebih baik," katanya.

Sementara itu, Gus Yusuf Macul Langit menyambut positif inisiatif Pemuda Pancasila Bantul yang untuk pertama kalinya menggelar Selawat Kebangsaan sebagai bagian dari peringatan Hari Lahir Pancasila. Menurutnya, kegiatan tersebut layak dipertahankan karena mampu memadukan dakwah, nilai kebangsaan, dan kepedulian sosial dalam satu momentum.

"Saya sangat berterima kasih atas terselenggaranya acara ini, semoga ini akan berlanjut dan digelar secara rutin supaya dapat merangkul masyarakat yang lebih banyak lagi," ucapnya.

Gus Yusuf juga mengajak seluruh anggota Pemuda Pancasila untuk terus konsisten menjalankan kegiatan sosial dan dakwah sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.

"Pemuda Pancasila ini selalu berjuang dan tidak kenal lelah dalam mewujudkan cintanya kepada NKRI. Untuk itu saya mengajak teman-teman semua tetap istiqomah dalam perjuangan dan dakwah ini," ucapnya.

Melalui Pengajian dan Selawat Kebangsaan tersebut, panitia berharap masyarakat memperoleh siraman rohani sekaligus semakin memahami bahaya pinjol dan judol, termasuk risiko investasi ilegal, sehingga kesadaran untuk menjaga ketahanan ekonomi keluarga dan masa depan generasi muda dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |