Pilur Gunungkidul 2026, Sebanyak 24 Lurah Petahana Siap Bertarung

8 hours ago 8

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 24 lurah petahana di Kabupaten Gunungkidul dikabarkan akan kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak 2026. Saat ini, proses pendaftaran bakal calon masih berlangsung dan dibuka hingga 23 Juli 2026, sehingga kepastian jumlah petahana yang maju baru akan diketahui setelah masa pendaftaran berakhir.

Kepala Bidang Bina Administrasi dan Aparatur Pemerintahan Kalurahan DPMKP2KB Gunungkidul, Kriswantoro, mengatakan tahapan pendaftaran bakal calon lurah telah dimulai sejak Senin (13/7/2026).

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, mayoritas lurah yang masih menjabat memiliki peluang untuk kembali memimpin kalurahan masing-masing selama delapan tahun ke depan apabila terpilih.

Empat Lurah Memilih Tidak Maju Lagi

Meski demikian, Kriswantoro menegaskan tidak semua lurah petahana berminat mengikuti kontestasi tahun ini.

Berdasarkan koordinasi yang dilakukan dalam penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) akhir masa jabatan, terdapat empat lurah yang memutuskan tidak kembali mencalonkan diri.

"Itu hak masing-masing lurah karena ada yang sudah merasa lelah hingga tidak mampu lagi untuk menjadi lurah. Yang tidak berminat maju lagi, ada Lurah Ngunut, Playen; Siraman, Wonosari; Botodayaan di Kapanewon Rongkop dan Lurah Watusigar, Ngawen," katanya, Kamis (16/7/2026).

Ada Mantan Lurah yang Kembali Bertarung

Kriswantoro menjelaskan, di Kalurahan Ngloro, Kapanewon Saptosari, dan Kalurahan Sampang, Kapanewon Gedangsari, terdapat dua mantan lurah yang berencana mengikuti pemilihan.

Namun, keduanya tidak dikategorikan sebagai petahana karena saat ini sudah tidak menjabat sebagai lurah.

Ia juga mencontohkan Lurah Jurangjero, Kapanewon Ngawen, yang disebut akan kembali maju dalam Pilur, tetapi memilih mencalonkan diri di Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen.

"Sebenarnya Lurah Jurangjero, Ngawen akan maju lagi, tapi pencalonannya di Kalurahan Kampung, Ngawen sehingga tidak masuk sebagai petahana. Jadi, yang berstatus lurah petahana hanya ada 24 orang," katanya.

Menurutnya, peluang menjadi calon tetap terbuka bagi seluruh warga yang memenuhi persyaratan, tidak hanya bagi lurah yang sedang menjabat.

"Sekarang masih proses. Yang jelas, kesempatan ini tidak hanya terbuka bagi lurah petahana, tapi masyarakat umum yang berminat juga bisa mendaftar," katanya.

Pendaftaran Masih Berlangsung

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Lurah Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, Miyardi, mengatakan pendaftaran bakal calon lurah di wilayahnya juga berlangsung hingga 23 Juli 2026.

Hingga Kamis siang, baru satu orang yang menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia.

"Atas nama Sugiyanto," katanya.

Panitia masih membuka kesempatan bagi calon lain untuk mendaftar hingga batas akhir pendaftaran.

Menurut Miyardi, berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, diperkirakan akan ada tiga bakal calon yang mengikuti pemilihan lurah di Kalurahan Ngawu.

Salah satunya merupakan lurah petahana yang disebut telah berkonsultasi mengenai persyaratan administrasi, meski hingga kini belum menyerahkan dokumen pendaftaran.

"Salah satunya adalah lurah petanaha berniat maju lagi. Sudah konsultasi berkaitan dengan berkas yang dibutuhkan, tapi hingga sekarang belum menyerahkannya," kata Miyardi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |