Penembakan di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa

3 hours ago 1

Jumali

Jumali Senin, 22 Juni 2026 12:57 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Peristiwa penembakan terjadi di lingkungan pendidikan Tacloban City, Filipina, yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka di sebuah sekolah menengah pada Senin (22/6/2026) pagi waktu setempat. Insiden ini terjadi saat aktivitas belajar mengajar berlangsung dan langsung memicu kepanikan di lingkungan sekolah.

Peristiwa tersebut berlangsung di San Jose National High School sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Berdasarkan laporan awal, insiden ini menewaskan tiga orang dan melukai lima lainnya, sehingga aparat segera melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian.

Pihak kepolisian setempat yang dipimpin Kepala Polisi Kota Tacloban, Col. Noelito Getigan, mengonfirmasi bahwa dua orang telah diamankan terkait insiden tersebut. Salah satu di antaranya merupakan anak di bawah umur yang diduga masih berstatus siswa di sekolah yang sama, sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran aparat.

Motif penembakan hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan. Aparat belum memberikan keterangan resmi terkait pemicu utama kejadian, namun sejumlah informasi awal mulai menjadi perhatian dalam penyelidikan lanjutan.

Berdasarkan laporan media lokal seperti The Manila Times, salah satu pelaku yang telah ditangkap diduga mengaku sering mengalami perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Informasi ini kini menjadi salah satu fokus penyidik untuk menelusuri latar belakang aksi kekerasan tersebut.

Setelah insiden terjadi, aparat kepolisian segera melakukan pengamanan di lokasi kejadian, mengevakuasi korban, serta mengamankan area sekolah untuk memastikan situasi tetap terkendali. Kelima korban luka kemudian dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Selain penanganan medis, pihak kepolisian juga meningkatkan patroli keamanan di sekitar lingkungan sekolah. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan lanjutan serta memberikan rasa aman kepada siswa, guru, dan masyarakat sekitar.

Otoritas setempat turut mengimbau publik agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait insiden tersebut. Aparat menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan semua perkembangan resmi akan disampaikan melalui saluran yang berwenang.

Insiden ini kembali menambah daftar kasus kekerasan bersenjata di lingkungan pendidikan global. Meski demikian, peristiwa semacam ini tergolong jarang terjadi di Filipina, sehingga kasus ini menjadi perhatian serius aparat keamanan dan masyarakat setempat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |