
Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menemukan sekitar 80 koperasi di wilayahnya masih berstatus tidak aktif. Temuan tersebut menjadi salah satu alasan Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja menjadikan Penilaian Koperasi Berprestasi 2026 bukan hanya sebagai ajang penghargaan, tetapi juga sarana pembinaan untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan kualitas kelembagaan koperasi.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja, saat ini terdapat sekitar 399 koperasi, termasuk Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Dari hasil penyisiran sementara, sekitar 80 koperasi diketahui sudah tidak aktif menjalankan kegiatan sebagaimana mestinya.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja, Emy Indaryati, mengatakan proses penilaian koperasi berprestasi tidak hanya bertujuan memilih koperasi terbaik. Evaluasi tersebut juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai kelemahan yang masih dimiliki setiap koperasi agar dapat ditindaklanjuti melalui pendampingan.
Menurutnya, setiap koperasi peserta akan memperoleh catatan mengenai aspek yang masih perlu diperbaiki, sehingga pembinaan dapat dilakukan secara lebih terarah.
"Kami akan memberikan catatan aspek apa yang kurang. Kami juga akan memberikan pendampingan kepada koperasi, termasuk melalui layanan koperasi di Jogja Smart Service (JSS). Koperasi yang tidak melaksanakan RAT sampai tiga kali akan kami lihat apa permasalahannya. Yang kami kejar adalah meningkatkan kualitas koperasi," kata Emy, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah persoalan yang masih banyak ditemukan antara lain laporan keuangan yang belum sesuai standar, kurangnya transparansi kepada anggota, belum rutin menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), hingga belum melakukan penyesuaian anggaran dasar sesuai regulasi terbaru.
Selain persoalan tata kelola, perubahan aturan yang memindahkan kewenangan pengesahan anggaran dasar koperasi ke Kementerian Hukum juga menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, koperasi yang belum menyesuaikan dokumen kelembagaannya akan terus didorong agar segera melakukan perubahan.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, menegaskan bahwa penilaian koperasi berprestasi merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk membangun koperasi yang sehat, profesional, dan mampu bersaing.
"Penilaian koperasi berprestasi ini juga sebagai sarana pembinaan agar pengelolaan koperasi dari sisi kelembagaan, keuangan, dan usaha semakin baik, sehat, dan berdaya saing," ujarnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, penilaian dibagi dalam empat kategori, yakni koperasi karyawan, koperasi berbasis satuan pendidikan, koperasi berbasis masyarakat, serta Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
Aspek yang dinilai mencakup kelembagaan organisasi, tata kelola dan manajemen, produktivitas usaha, manfaat bagi anggota, daya saing, hingga kesehatan dan kinerja keuangan koperasi.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kelembagaan Koperasi Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja, Sigit Dwinanto, mengatakan proses penilaian saat ini masih berada pada tahap verifikasi lapangan.
Dari setiap kategori nantinya akan dipilih lima koperasi terbaik yang berhak memperoleh penghargaan berupa uang pembinaan dengan total nilai hampir Rp50 juta.
Hasil verifikasi sementara juga menunjukkan masih cukup banyak koperasi, terutama di luar KKMP, yang belum melakukan perubahan anggaran dasar sesuai ketentuan terbaru. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi penguatan kelembagaan sekaligus menjadi salah satu komponen dalam proses penilaian.
"Hal itu akan memengaruhi penilaian. Sementara untuk KKMP, dari sisi kelembagaan sudah lebih siap karena telah terintegrasi dengan Kementerian Hukum," kata Sigit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































