FK-KMK UGM Gelar Summer Course 2026, Bahas Kesehatan Tangguh Bencana

4 hours ago 2

FK-KMK UGM Gelar Summer Course 2026, Bahas Kesehatan Tangguh Bencana

FK-KMK UGM menggelar Summer Course 2026 bertema sistem kesehatan tangguh bencana yang diikuti 81 peserta dari 11 negara. /Istimewa.

Harianjogja.com, SLEMAN—Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan Summer Course 2026 dengan fokus memperkuat sistem kesehatan tangguh bencana.

Program internasional bertajuk Interprofessional Healthcare – Health and Disaster Management: Before, During, and After Emergencies ini berlangsung pada 13–24 Juli 2026 dan melibatkan puluhan peserta dari berbagai negara untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin dalam menghadapi krisis kesehatan akibat bencana.

Program tahunan tersebut menjadi wadah pembelajaran bagi calon tenaga kesehatan dan profesional dari berbagai bidang ilmu agar mampu bekerja sama dalam mitigasi, respons darurat, hingga pemulihan pascabencana. Selain pembelajaran di kelas, peserta juga akan mengikuti berbagai simulasi lapangan yang dirancang menyerupai kondisi bencana nyata.

Perkuat Kolaborasi Lintas Profesi dan Negara

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM, dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D, mengatakan penguatan sistem kesehatan tidak dapat dilakukan oleh satu profesi atau satu negara saja. Menurutnya, berbagai bencana alam, pandemi, maupun krisis kemanusiaan telah menunjukkan pentingnya membangun layanan kesehatan yang tetap mampu berjalan dalam situasi darurat.

"Penguatan kapasitas sistem kesehatan memerlukan kolaborasi yang tidak hanya lintas profesi, tetapi juga lintas sektor dan lintas negara. Dengan begitu, mitigasi, respons cepat saat darurat, hingga tahap pemulihan pascabencana bisa berjalan jauh lebih efektif," ujar dr. Ahmad Hamim Sadewa dalam konferensi pers di Ruang Eksekutif Gedung Graha Wiyata FK-KMK UGM, Senin (13/7/2026).

Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini mengusung konsep Interprofessional Education (IPE), yakni pembelajaran yang mempertemukan berbagai disiplin ilmu untuk menyelesaikan persoalan kesehatan secara kolaboratif.

Diikuti 81 Peserta dari 11 Negara

Ketua Panitia Summer Course 2026, Melyza Perdana, S.Kep., Ns., MS., Ph.D, menjelaskan kegiatan tahun ini diikuti 81 mahasiswa dari jenjang sarjana, profesi, hingga pascasarjana.

Peserta tidak hanya berasal dari rumpun ilmu kesehatan, tetapi juga dari bidang teknik, biologi, hingga filsafat. Mereka datang dari 11 negara.

"Para peserta berasal dari Indonesia, Palestina, Inggris, Austria, Turki, Spanyol, Kyrgyzstan, Belanda, Timor Leste, Thailand, hingga Malaysia. Di sini mereka belajar bersama untuk memecahkan masalah kesehatan global secara multidisiplin," jelas Melyza.

Panitia juga menghadirkan pengajar dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Salah satunya Assoc. Prof. Fu-Chih Lai, RN. Ph.D dari Taipei Medical University, Taiwan, yang menilai kolaborasi internasional menjadi langkah penting untuk memperkaya pengetahuan mitigasi bencana berdasarkan pengalaman berbagai negara.

Belajar Langsung Lewat Simulasi dan Kunjungan Lapangan

Selama dua pekan pelaksanaan, peserta memperoleh materi mengenai berbagai aspek penanggulangan bencana, mulai dari kesiapsiagaan, layanan kesehatan darurat, pengelolaan tempat pengungsian, Psychological First Aid, Disaster Victim Identification, hingga manajemen gizi darurat.

Pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas. Peserta juga mengikuti experiential learning melalui kunjungan lapangan ke Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM untuk mempelajari hospital disaster plan.

Selain itu, mereka dijadwalkan mengunjungi pusat pemantauan gunung api aktif di Jogja dan kawasan hunian tetap (Huntap) yang dihuni masyarakat terdampak bencana. Berbagai latihan, seperti table-top exercise dan simulasi kedokteran kegawatdaruratan, juga menjadi bagian dari kurikulum guna melatih kemampuan peserta menghadapi kondisi darurat secara nyata.

Melalui penyelenggaraan Summer Course 2026, FK-KMK UGM berharap dapat terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan sekaligus berkontribusi dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi risiko bencana di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |