Jumali Senin, 29 Juni 2026 16:57 WIB
Harianjogja.com, BATANG— Pemerintah Kabupaten Batang mulai melakukan langkah mitigasi untuk mengatasi dampak abrasi dan banjir rob yang menggerus kawasan wisata Pantai Sigandu. Sekitar dua hektare lahan di kawasan tersebut dilaporkan telah terendam air laut, sementara sejumlah infrastruktur wisata mengalami kerusakan cukup serius.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Batang, Ulul Azmi, mengatakan luas lahan yang terdampak mencapai sekitar sepertiga dari total aset pemerintah daerah yang berada di kawasan wisata tersebut. Saat ini, lahan yang dikelola pemerintah di Pantai Sigandu mencapai sekitar enam hektare.
"Kurang lebih tanah milik pemerintah daerah yang dikelola di sana sekitar enam hektare dan yang sudah terkena rob itu sekitar mencapai dua hektare," kata Ulul, Senin (29/6/2026).
Kerusakan tidak hanya terjadi pada lahan. Sejumlah fasilitas penunjang wisata juga mengalami dampak akibat terjangan gelombang dan naiknya muka air laut. Bangunan penahan abrasi yang sebelumnya digunakan untuk melindungi kawasan pesisir dilaporkan roboh, sementara gapura utama yang menjadi akses masuk wisatawan juga mengalami kerusakan.
Menurut Ulul, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi pengelolaan sektor pariwisata di wilayah pesisir. Terlebih, Pantai Sigandu merupakan salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Batang yang selama ini menjadi tujuan wisatawan lokal maupun luar daerah.
Meski demikian, keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah belum dapat melakukan penanganan fisik secara menyeluruh dalam waktu dekat. Oleh karena itu, strategi yang dipilih saat ini lebih difokuskan pada upaya mitigasi lingkungan guna menahan laju kerusakan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penanaman bibit mangrove di kawasan terdampak. Vegetasi mangrove dinilai mampu membantu mengurangi dampak abrasi sekaligus memperkuat perlindungan alami terhadap garis pantai.
"Untuk jangka pendek kami belum ada penanganan yang lebih serius. Penanganan dampak rob ini sementara kami hanya melakukan penanaman mangrove. Kami berharap pembenahan kawasan wisata Pantai Sigandu pada 2027," ujarnya.
Sementara itu, Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah, Riyadi Kurniawan, mengatakan ancaman rob tidak hanya terjadi di Batang. Fenomena serupa juga melanda sejumlah wilayah pesisir di jalur Pantura Jawa Tengah.
Menurut dia, kawasan pesisir mulai dari Semarang, Kendal, Pekalongan hingga Tegal saat ini menghadapi tekanan yang sama akibat naiknya muka air laut dan abrasi pantai. Bahkan, kawasan Pantura bagian barat menjadi wilayah dengan dampak paling parah.
"Kawasan Pantura barat tercatat menerima dampak paling parah dengan rata-rata ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter," katanya.
Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat strategi adaptasi terhadap perubahan lingkungan pesisir. Selain menjaga keberlangsungan sektor pariwisata, upaya penanganan juga diperlukan untuk melindungi aset daerah dan aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada kawasan pantai.
Dengan fokus pada rehabilitasi lingkungan melalui penanaman mangrove dan rencana pemulihan menyeluruh pada 2027, Pemkab Batang berharap Pantai Sigandu dapat kembali menjadi destinasi wisata unggulan sekaligus lebih tangguh menghadapi ancaman rob dan abrasi di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































